Jumat, 15 November 2013
Selasa, 12 November 2013
Tukul Arwana On New Family 100 Wooow..Amuiiiziiiing....!!!
#Tukul Arwana On New Family 100 Wooow..Amuiiiziiiing....!!!
Selama
ini jika kita mengingat #Tukul
Arwana,pelawak yang bolehlah dibilang salah satu penghuni klasemen papan atas
dunia pengocokan perut di TV Indonesia adalah yang terlengkap, dia berhasil menjebol stigma
pelawak yag hanya bisa membuat tertawa pemirsanya bertransformasi menjadi
sedikit elegan dengan didaulat menjadi pembawa acara talkshow bertajuk Empat Mata yang kemudian tambah
populer dengan {Bukan} Empat Mata.
Kiprahnya
tak berhenti sampai disana, Tukul mulai merajai dunia pertelevisian bahkan jika
dilihat, tak ada hari tanpa Tukul di televisi Indonesia, malam hari bagi para penikmat acara horor, dia
juga membawakan acara Mr Tukul Jalan Jalan, mengupas sisi wisata sekaligus
tempat misteri di lokasi yang dia tuju, seabrek artis cantik dan paranormal sebut
saja Aiko dan Shara Wijayanto , Leo Lumanto, serta Soleh Pati yang dulu sempat
beken dengan acara horornya secara tak terduga meramaikan program yanng
digawangi Tukul, ibarat sepakbola, Tukul adalah Alex Ferguson yang mampu
menyatukan berbagai talenta kedalam satu harmoni dalam timnya.
Kini
aura Tukul semakin moncer dengan sebuah acara yang sama sekali baru dan tak
terduga, dia menjadi host di acara New
Family Seratus (NFS) gubahan dari acara Family Seratus, sebuah program Quiz
legendaris di Indonesia.
Acara
NFS berubah total dari kesan yang dulunya sejak dipegang Sony Tulung adalah
quiz yang “Berat” , penuh kerutan kening, tegang, elegan , dan membuat sport jantug karena antusiasme penonton
baik di studio maupun di rumah, Ditangan Tukul Arwana quiz
yang tayang di #Indosiar setiap jam 6 sore ini bisa menjaddi begitu
cair, ciri khas Tukul masih kelihatan, sedikit nakal ngerjain para pesertanya
yang rata rata cantik (Ya iyalah, nonton Tukul terus mana tahan, harus
diimbangi pemandangan indah) namun ada juga sisi kedewasaan yang terpancar
dari pelawak asal Semarang ini diantaranya dengan kalimat motivasinya seperti, “Ayo
dong, kreatif mbak” atau kalimat bijaknya ketika peserta salah menebak , semuanya
seperti Tukul lama dalam versi baru, beda,
jelas beda dengan Bukan Empat Mata dan acara dia yang lain.
Kejelian
Indosiar dalam memilih Tukul sebagai host tentu berdasarkan pemikiran yang
mendalam, atau boleh jadi mereka membuat terobosan inovatif, Breakthrough yang
berani, sebuah perjudian yang berhasil, ditengah gempuran acara komedi dan
goyang goyangan yang menghujani semua stasiun TV, mungkin hanya New Family
Seratus acara kuis yang masih eksis dan dinanti pemirsanya, salut deh mas Tukul
Reynaldy Arwana, dunia televisi semakin berwarna dengan kehadiran anda, saya juga harus bilang woooow amuiiiiziiiing atas capaian terbaru njenengan.Proficiat.
(Aryo Widiyanto,
Pengamat Televisi, tinggal di Jl
Sriagung no 234 Cepiring Kendal Jateng, Suka makan di Warung sate Pak Dul
Cepiring, twitter :@aryo_widi. Facebook
:Aryo Widiyanto dan blogspot: aryowidiyanto.blogspot.com)
Gerak Jalan Kejuangan Pelajar Kendal meriahkan Hari Pahlawan
Gerak Jalan Kejuangan
Pelajar Kendal meriahkan # Hari Pahlawan
“Kegiatan
ini dilatarbelakangi keprihatinan kami selaku orang tua dimana kami mensinyalir
adanya degradasi nasionalisme di sebagian pemuda, GJKP ini adalah salah satu
upaya untuk menumbuhkan bibit kecintaan terhadap NKRI serta mengenang kembali
perjuangan para pendahulu dalam merebut kemerdekaan , rute yang dilalui juga
merupakan rute asli dari perjuangan pasukan Kuda Putih yang fakta sejarah
menunjukkan Desa Kebumen dulunya markas
pertahanan pemuda pejuang, Bunderan adalah tempat pemerintahan sipil militer
,pusat kelaskaran pejuang dan Sukomangli adalah salah satu pos pertahanan
pejuang, semua memiliki kenangan sejarah “ papar Dandim Kendal Letkol Kav
Wiratno didampingi Kapten Inf Harmanto selaku koordinator kegiatan.
Sementara
Kadisdik Kendal Drs Muryono M.Pd mengungkapkan kebanggaannya, “ Saya terharu
melihat para pelajar nampak semangat dan menghayati semua kegiatan dan
penjelasan yang diberikan oleh para pengawas dari TNI, mereka nampaknya juga
bangga ternyata Kendal juga merupakan basis perjuangan para pejuang dimasa
lalu” tuturnya diamini Drs Budi Wahono MPd ketua penyelenggara GJKP yang juga
merupakan Kepala Sekolah SMAN 2 Sukorejo.
Ratusan
pelajar yang berbaris rapi dan mengenakan kostum unik ala pejuang ini mendapat perhatian besar dari
warga yang rela menonton dari tepi jalan sepanjang rute yang dilalui para
pelajar tersebut, “ Saya senang melihat pelajar kita mengenang dan menghargai
jasa para pahlawan melalui kegiatan ini, semoga pemerintah dan TNI melestarikan
event ini untuk kegiatan tahunan, bisa jadi ini merupakan cikal bakal wisata
sejarah di Kendal “ kata H. Jamzuri Affan, pemilik bengkel Ahass Honda di desa
Kebumen saat menyaksikan GJKP di pagi hari setelah sholat Subuh.*(Aryo Widiyanto, Jl Sriagung 234 Cepiring Kendal Jawa Tengah)
Jumat, 08 November 2013
Mereka menari seperti #Singa yang Riang
Mereka menari seperti Singa yang Riang
Menonton
pertandingan di layar kaca Jumat 8/11/2013, antara tim Sepakbola Nigeria melawan Mexico di ajang World Cup
U-17 merupakan sebuah pengalaman batin yang tak mudah dilupakan, seperti
melihat para Singa muda nan riang sedang menari menggoda para Koboi bertopi
Sombrero, too bad, dalam hal ini para koboi yang emosional itu dieksekusi tanpa
ampun oleh keindahan tarian para singa itu hingga terkapar dan menangis diakhir
laga.
Di
babak pertama belum berjalan lama, liukan para pemain Nigeria yang bertubuh
lebih mungil seakan membuat panik para Mexicano, drible yang cantik di muka
gawang alih alih dihalau, bola yang datang malah disontek oleh bek Aquirre
hingga menceplos gawangnya sendiri 1-0.
Menurut
prediksi saya yang bahkan nendang bola saja gak pernah, ada faktor psikologis
yang berperan dalam kekalahan Mexico malam itu,satu mereka sedikit trauma
dengan kekalahan 6-1 di babak penyisihan dulu dari Nigeria, tak hanya pemain
yang tegang, bahkan nampak jelas jika para pelatih dan offficial juga menarik
urat wajah terlalu kaku, mereka lupa, sepakbola adalah game, permainan, jika
emosi labil maka labillah ekonomi..eh permainan yang ditampilkan .
Tertinggal
satu gol membuat semangat Mexico muda terlecut mereka mengurung Nigeria dalam setengah lapangan, tapi
koordinasi pertahanan yang solid plus serangan balik yang cepat dari Nigeria
memutuskan harapan menyamakan kedudukan.
Kejadian
ironis dan sekaligus membuat tertawa datang saat jeda babak pertama, disaat
para pemain Nigeria sedang berangkulan melingkar dan sepertinya berdoa bersama,
di sisi lain terlihat para pemain Mexico malah terlibat dalam keributan kecil
,saling dorong dan kembali wajah tegang emosional mewarnai para koboi galau
itu, menyedihkan.
Babak
kedua dimulai, tarian Singa Nigeria semakin menjadi, beberapa tembakan akurat membuat Mexico kembali
kecolongan, Musa Mohammed menjebol gawang Mexico untuk yang kedua kali 2-0.
Tambah menggila, Yahaya bahkan sempat beberapa kali membuat gerakan ala pemain
Play Station, berputar 180 derajat, sementara bola ada di antara dua kakinya,
indah, terasa indah.
Kondisi
terbalik justru terjadi di kubu Mexico, skill yang bagus dan tren kemenangan
atas lawan lawannya di pertandingan sebelumnya seakan sirna membentur tembok sakti
yang digalang Nigeria, alhhasil emosi yang berlebihan membuat beberapa pemainya
seperti Aquirre dan Marco Granados yang secara brutal menendang ala Kungfu
kepada Mussa Mohammed berbuntut hadiah
kartu kuning, di menit 89 Mexico bahkan melupakan fair play dimana seorang
pemain Nigeria terkapar, mereka teteup Keukeuh terus bermain dan berambisi
mencetak gol, poor.. sampai akhir pertandingan skor tak berubah 3-0.
Nigeria
meruntuhkan stigma bahwa sepakbola ,paling tidak di level usia 17, tidak lagi dikuasai oleh Amerika
Latin dan Eropa, Afrika juga mampu jadi juara, namun saya tak habis pikir, jika
Afrika bisa begitu hebat di level usia muda, kenapa juara dunia level senior
selalu yang juara adalah Eropa dan Amerika Latin?? Jadi inget lagunya Iwan
Fals..Entah mengapa, aku tak berdaya.
Yaah paling tidak kita sebagai penikmat bola bolehlah
berharap bahwa suatu saat Garuda muda Usia 17 atau 19 atau 23 bisa juara World
Cup, entah kapan ,tapi harapan selalu ada mengingat prestasi Indonesia semakin
meningkat di ajang sepakbola..
(Aryo Widiyanto, Jl Sriagung 234 Cepiring Kendal
Jateng Indonesia, pemerhati sepakbola yang tak suka main sepakbola, main
bolanya di tempat yang lain)
Prosesi Pemakaman di Kendal Jawa Tengah
#Prosesi Pemakaman di Kendal Jawa Tengah Indonesia 2013
Oleh : Aryo Widiyanto A.Md
Pemakaman pada mayoritas semua budaya mengandung makna sakral, khidmad dan ada nilai tersendiri didalamnya, tak terkecuali pada upacara pemakaman secara Islami pada masyarakat di Kabupaten Kendal.
Penulis pada kesempatan ini akan sedikit memberikan gambaran tentang prosesi pemakaman secara umum pada budaya Warga Kendal, terjadi pada Hari Sabtu 19 Oktober 2013 di Desa Botomulyo Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal Jawa Tengah, dimana saat itu pemakaman atas Jenasah Bapak Muhadi seorang Pensiunan Korps Polisi Militer, namun dimakamkan secara umum.
Pada Awalnya setelah Jenasah di sucikan dengan cara dimandikan , kemudian dikafani, jenasah diletakkan dalam keranda besar yang ditutupi kain hijau bertuliskan arab dengan untaian bunga diatasnya.
Kemudian Keranda berikut jenasah didalamnya diletakkan di halaman rumah untuk proses pemberangkatan ke Makam, sebelum berangkat , Kyai atau pemuka agama Islam setempat memberikan untaian kata dan doa yang intinya kesan dan kebaikan dari orang yang sudah meninggal tersebut serta meminta para pelayat untuk mendoakan jenasah.
Setelah selesai prosesi di rumah duka, selanjutnya Keranda dibawa ke Masjid untuk di sholatkan, setelah sholat jenasah usai, berangkatlah para pelayat dan keluarga duka ke pemakaman .
Sesampai di pemakaman, Liang lahat sudah disiapkan, kemudian Jenasah diturunkan dari Keranda dan pihak keluarga utamanya anak lelaki turun ke liang lahat untuk memeluk dan membaringkan jenasah sang ayah di peristirahatan terakhir, selesai dibaringkan , salah seorang pemuka agama mengumandangkan Adzan di liang lahat tersebut, barulah setelah jenasah sudah dibaringkan sesuai adatnya serta pihak keluarga dan penggali makam sudah naik, jenasah diuruk dengan tanah yang sudah disediakan dan ditaburi bunga nan wangi.
Setelah Nisan terpasang, Kyai kembali membacakan doa penutup bersama dengan para hadirin yang datang berbela sungkawa, selesai doa para pelayat pulang, dan malamnya secara berturut turut selama 7 (Tujuh) hari dirumah duka diadakan doa Tahlil untuk mendoakan arwah orang yang sudah meninggal tadi. (Penulis : Aryo Widiyanto , Jl Sriagung 234 Cepiring Kendal Jawa Tengah Indonesia, Pin Blackberry 21DC007F)
Oleh : Aryo Widiyanto A.Md
Pemakaman pada mayoritas semua budaya mengandung makna sakral, khidmad dan ada nilai tersendiri didalamnya, tak terkecuali pada upacara pemakaman secara Islami pada masyarakat di Kabupaten Kendal.
Pada Awalnya setelah Jenasah di sucikan dengan cara dimandikan , kemudian dikafani, jenasah diletakkan dalam keranda besar yang ditutupi kain hijau bertuliskan arab dengan untaian bunga diatasnya.
Kemudian Keranda berikut jenasah didalamnya diletakkan di halaman rumah untuk proses pemberangkatan ke Makam, sebelum berangkat , Kyai atau pemuka agama Islam setempat memberikan untaian kata dan doa yang intinya kesan dan kebaikan dari orang yang sudah meninggal tersebut serta meminta para pelayat untuk mendoakan jenasah.
Sesampai di pemakaman, Liang lahat sudah disiapkan, kemudian Jenasah diturunkan dari Keranda dan pihak keluarga utamanya anak lelaki turun ke liang lahat untuk memeluk dan membaringkan jenasah sang ayah di peristirahatan terakhir, selesai dibaringkan , salah seorang pemuka agama mengumandangkan Adzan di liang lahat tersebut, barulah setelah jenasah sudah dibaringkan sesuai adatnya serta pihak keluarga dan penggali makam sudah naik, jenasah diuruk dengan tanah yang sudah disediakan dan ditaburi bunga nan wangi.
| Add caption |
Langganan:
Postingan (Atom)





