Minggu, 13 April 2014

Lontong Lemprak Alun Alun Batang



Lontong Lemprak Alun Alun Batang




               
                Lontong sebagai makanan yang unik karena terbuat dari beras yang di kemas dalam bentuk silinder dengan daun pisang sebagai pembungkusnya menciptakan sebuah citarasa khas beraroma sedap dan warna hijau muda yang khas ketika beras itu matang dan siap disantap.

                Salah satu olahan Lontong yang terkenal karena kelezatannya adalah Lontong Lemprak Mbak Moer Alun Alun Kabupaten Batang  Jawa Tengah tersebut menyajikan Lontong yang diberi lauk opor ayam kampung asli yang direbus dan dibumbui dengan rempah rempah seperti Merica, Jahe ,Kunyit, Bawang, Bawang Merah, Gula Aren, daun Salam dan akar sereh yang membuat tektur daging ayam yang berukuran besar itu menjadi lembut dan beraroma lain daripada opor yang biasa disajikan saat lebaran tiba.

                Dinamakan Lontong Lemprak menurut sang empunya warung adalah karena cara menikmatinya  dengan cara “Nglemprak” alias duduk bersila diatas tikar diwarungnya yang terletak di sayap kiri alun alun Batang tepatnya di depan Pos Polisi Kota Batang , menurut Mbak Mur sang pemilik setiap hari tak kurang dari sebelas ekor ayam kampung disembelih untuk bahan baku lontong lempraknya, “ Saya memilih untuk tetap setia menggunakan ayam kampung sebagai opor karena selain lebih kesat dan gurih , daging ayam kampung juga merupakan favorit para pengunjung, takutnya jika memakai ayam broiler citarasanya akan beda” paparnya.

                Para pengunjung yang datang rupanya tak hanya berasal dari Kabupaten Batang, namun juga berasal dari Kendal, Jepara, Pekalongan , bahkan dari Bandung dan Jakarta yang lewat jalur Pantura, “ Saya suka banget dengan Lontong Lemprak ini karena porsinya besar dan daging ayamnya lembut, biasanya sih selain makan ditempat saya juga ngebungkus untuk bekal perjalanan pulang” tutur Rossi Ayudya (40) pengunjung dari Tegalega Bandung saat ditemui di warung kecil nan ramai tersebut. 
( Aryo Widiyanto, Traveller Backpaker tinggal di pin blackberry 21DC007F)
               

Selasa, 25 Februari 2014

Indonesia Lawak Club (ILC) siap gusur dominasi Tukul dan YKS



Indonesia Lawak Club (ILC) siap gusur dominasi Tukul dan YKS






                Beberapa waktu terakhir ini dunia pertelevisian Indonesia didominasi oleh sejumlah acara yang nampaknya booming dan digemari masyarakat, namun prinsip Survival the fittest alias yang kuat dalam artian ddigemari pemirsa adalah yang bisa bertahan juga berlaku tanpa kompromi, korban berjatuhan  diantaranya tentu kita ingat nasib Tora Sudiro, Aming,Cs dalam acara televisi apa itu saya lupa, terlindas oleh Opera Van Java (OVJ) dan anak acaranya yang menampilkan Parto Andre dan Sule dalam sebuah acara semacam wawancara , sekarang OVJ tersalip oleh Yukitasmile (YKS) yang sempat memunculkan Cesar sebagai Ikon Joget yang mewabah diseantero negeri, namun ada sebuah pengecualian disini bahhwa ternyata Tukul Arwana tetap eksis bahkan tersenggol ratingnya pun dia tidak, acaranya tetap awet dengan Bukan Empat Mata dan Mister Tukul Jalan Jalan, stabil, itulah hebatnya tim kreatif Tukul Arwana, mampu membuat acara televisi yang unik dan tetap setia dinanti pemirsanya.

                Sampai bulan Februari 2014 ini , YKS harus diakui tetap sebagai pemuncak rating acara di televisi Indonesia, namun harus diwaspadai , ada titik jenuh yang menghadang karena disadari atau tidak, para pemain YKS seperti Deni Cagur, Wendi, Adul, Olga Syahputra ,Omes,Raffi Ahmad  dkk ternyata  juga berfrekuensi padat tampil disejumlah acara lain seperti Fesbukers Antv, Dahsyat RCTI, dan acara lain, kadang kita sampai bingung, nyetel tivi eh yang muncul mereka mereka aja, bosen.

                Wapadalah..Waspadalah..kata Bang Napi kala itu, kini muncul sebuah acara televisi yang tak sama dengan Olga Syahputra Cs, berformat mirip dengan acara legendaris Indonesia Lawyers Club (ILC) yang digawangi  pakar media Karni Ilyas, bahkan setting interiornya sama persis, yaitu bermeja bundar ala ressepsi pernikahan dengan para peserta diskusi melingkar sementara hostnya yang berkeliling  nyamperin para pembicara, Indonesia Lawak Club (ILC) j berpotensi  melejit melebihi YKS Dan bersaing secara permanen dengan Bukan Empat Matanya Tukul Arwana.

                Dibawakan secara elegan namun bisa memancing tawa oleh Deni P Project, acara ini membawa bintang bintang lawak Indonesia seperti Komeng, Rico Ceper, Cak Lontong, Bolot, Mali Tong tong, dan koleganya yang didandani ala politikus, berjas, dan kadang berdasi, jadi kita jangan berharap ada komedi slapstick ala komedian jadul yang membawa handuk, joget sendirian dan  beratraksi vulgar , namun begitu, dengan dandanan yang serius tersebut, terdapat banyak kelucuan yang hadir baik disengaja atau tidak.

                Daya tarik acara ini adalah bintang tamunya yang mampu membuat  sebuah diskusi serius seperti  diskusi tentang lirik musik yang campur baur di Selasa 25/2, menghadirkan sejumlah musisi seperti Armand Maulana Cs menjadi sebuah diskusi yang bernas, berisi namun cair dan bisa dipahami walaupun disana sini di “hancurkan”  oleh celoteh Komeng dan Cak Lontong.

                “ Kenal Bon Jovi” tanya Cak Lontong kepada host Deni, “Kenal lah Cuma Bon Jovi gak kenal saya” kata Deni,  “Tau Lagunya yang berjudul Always?” sambung Cak Lontong, “Tau dong” sambut Deni...  “ Wah anda berpengetahuan sekali ya” tandas Cak Lontong yang segera membuat Armand Maulana dan semua peserta diskusi meledakkan tawanya.

                Kelucuan kelucuan terbentuk dengan cara yang manis, mengalir, cair dan mampu dicerna oleh penontonnya tanpa harus  dipaksakan, tak perlu ada melibatkan gosip pacaran antar pemainnya seperti dulu ramai digosipkan ada hubungan spesial antar Nunung dan Aziz Gagap di OVJ atau Jesika Iskandar dan Olga Syahputra di Fesbuker, namun harus diakui para bintang tamu di ILC jelas cantik cantik, check deh kalo gak percaya.

                Kedepan, semoga para insan pertelevisian akan mampu menciptakan sebuah tren positif membangun industri hiburan di tanah air ini dengan lebih bagus, kita merindukan acara acara televisi yang cerdas dan mendidik, tak hanya berorientasi pada hiburan melulu, kita tunggu acara apalagi yang akan muncul oleh karya dan karsa para insan dunia layar gelas.

(Aryo Widiyanto, Pengamat Televisi dan Hiburan, tinggal di akun fesbuk : Aryo Widiyanto, twitter @aryowidi, dan akun email aryo_widi@yahoo.co.id dan pin bb 21DC007F)

Selasa, 24 Desember 2013

Memelihara Jangkrik, Aktivitas anak Kendal di musim hujan.



Memelihara Jangkrik, Aktivitas anak Kendal di musim hujan.

                Musim hujan mendatangkan sebuah kesibukan tersendiri bagi anak anak si Kabupaten Kendal,di musim ini hewan Jangkrik kerap terlihat muncul di sekitar rumah mereka yang tinggal di pedesaan dan bahkan perkotaan , tak peduli siang atau malam hewan ini kerap dengan santai berjalan di tanah yang  basah sehabis hujan.

                Karena itulah banyak anak anak di wilayah yang dipimpin Bupati Widya Kandi Susanti ini menangkapi untuk kemudian dipiara di kandang ram bambu yang dirancang berbentuk segi empat dan mempunyai bilik layaknya kamar .

                Fais (7), Duta (8) dan Ryan (8) tiga bocah muridd SD 3 Cepiring saat ditanya mengenai kegemaran mereka memelihara Jangkrik menjawab bahwa  mereka suka dengan suara krik krik yang dikeluarkan oleh serangga itu, “ Jenisnya ada macam macam jangkrik, diantaranya Jrabang Geni yang berwarna merah, Jaliteng yang berwarna Hitam Legam dan Iyer yang berwarna Coklat, kalau diletakkan di kandang suara erikannya enak didengar di malam hari” tutur ketiga bocah itu .

                Berbeda dengan rekan sebayanya yang lebih besar, mereka menolak untuk mengadu serangga itu dengan alasan kasihan, alhasil Jangkrik jangkrik itu menghuni sangkarnya dengan nyaman.

                Untuk makanan, jangkrik adalah hewan yang mudah beradaptasi  dalam soal makan, “ Tapi kami beri makan biasanya sayuran sisa seperti terong, labu atau Jagung” tutur Faiz.

                Hobi para bocah itu nampaknya mendapat dukungan dari para ibu mereka, Ismawati (36)  Ibu dari Faiz mengatakan dirinya tak bermasalah dengan aktivitas piara Jangkrik itu “ Saya dukung karena ada mitos di daerah kami bahwa suara Jangkrik yang mengerik itu bisa mengusir Tikus, tapi tentu anak anak harus bertanggung jawab dengan kebersihan kandang Jangkriknya, jangan sampai  ada bau tak sedap akibat kandang yang kotor” ucapnya. .
 (Aryo Widiyanto, Penulis, tinggal di Akun Fesbuk : Aryo Widiyanto, Twitter :@aryo_widi dan blogspot :aryowidiyanto.blogspot.com, serta pin blackberry :21DC007F)

Senin, 16 Desember 2013

Jokowi, KPK dan Indonesia dimata turis Singapore



Jokowi, #KPK dan Indonesia dimata turis Singapore

                Negara kita tercinta, Indonesia adalah negara yang besar, kaya dan tersohor dengan kemegahan alamnya , paling tidak itulah yang sering digambarkan dalam buku buku pelajaran sejarah saat kita sekolah dulu, namun tahukah anda apa yang ada di benak  orang luar negeri tentang negara kita??
                Sabtu 14/11, saya berkesempatan berbincang dengan sebuah keluarga berasal dari Singapore, yang kebetulan melancong ke Kabupaten Kendal Jawa Tengah, mereka datang karena ada pertemuan dengan keluarga nenek moyangnya yang berasal dari tanah Bahurekso ini.
                Jantan Bin Ngarmin  (56) dan Istrinya Azizah, mempunyai kesan mendalam tentang negara ini,  saat ditanya tentang apa yang mereka ketahui tentang Indonesia, sontak mereka menjawab bahwa Indonesia adalah negara yang indah, banyak  tempat wisata bagus yang sudah mereka kunjugi di Jawa Tengah seperti Borobudur, Semarang, Kebun Teh Pagilaran Batang, Pemandian Air Panas Nglimut Boja Kendal, Curug Sewu Kendal,  Jogjakarta, dan beberapa tempat lain.
                Untuk makanan dan harga barang , mereka lebih nyaman belanja di Indonesia, harganya murah, contoh harga rokok di Singapura adalah 125 Dollar (Sekitar 110 ribu) per bungkus, sementara di  negara kita hanya sekitar Satu Dollar atau Sepuluh Rupiah, buah buahan juga sangat ,melimpah di Indonesia, “ Awak ni heran, buah buahan Indonesia banyak sangat, kenape musti import dari negara lain” begitu celotehnya.
                Jantan yang merupakan pensiunan pegawai sebuah kilang minyak ini juga menyoroti tentang  maraknya penangkapan para koruptor di Indonesia “ DI Singapore, sering ditayangkan berita tentang pemerintah Indonesia yang menangkapi para koruptor, Ke Pi Ke (Maksudnya KPK) hebat nian” tuturnya, dia juga fasih menghafal nama koruptor Indonesia, diantaranya yang dia ingat adalah Akil Mochtar .
                Berita tentang Joko Widodo Gubernur Jakarta juga sering disimaknya, televisi Singapore ternyata beberapa kali menayangkan program blusukan sang Gubernur , “ Governor Joko famous (Terkenal-red) , dia orang bisa kerja” imbuh Jantan.
                Namun Jantan sekeluarga sempat juga terhenyak saat menikmati jalan jalan di Kabupaten Kendal, menurutnya jalan raya baik di pusat kota atau di desa desa agak sama, “ Serasa Offroad, banyak lubang, dan becek genangan air, kalo awak ni pake sedan , pastilah jadi perahu sedannya” guraunya sambil tertawa, hmmm...sebuah kenyataan yang diceritakan dalam balutan gurau oleh warga Singapore ini pantas menjadi sebuah pemikiran mendalam bagi Kabupaten Kendal, semoga kedepan jika ada turis masuk ke Kendal, akan menjelajah dengan suasana nyaman dan jalan raya yang  mulus.(Aryo Widiyanto , ,Tinggal di Jl Sriagung no 234  Kendal,Pemandu Wisata  Traveller,Backpacker, Petualang yg   homestay di Akun Facebook :Aryo Widiyanto .      Twitter: @aryo_widi.           blogspot: aryowidiyanto.blogspot.com.            dan tidur dengan pin blackberry :21DC007F)

Senin, 09 Desember 2013

#Wedang Rempah Mbah Jo, Hangat temani dingin malam



Wedang Rempah Mbah Jo, Hangat temani dingin malam

                Berkunjung ke Semarang adalah sebuah pengalaman kuliner yang selalu terbarukan setiap kali kita mengunjungi  Ibu kota Jawa Tengah ini, ada berbagai hal yang selalu bisa digali baik dari sisi wisata maupun kulinernya.

                Seperti Minggu 8/12 ketika  penulis mengantar tamu yang berkunjung dari  luar kota, tanpa sengaja kami menemukan sebuah kekayaan kuliner yang sangat jarang terekspose oleh media manapun, hmmm sebuah keberuntungan tersendiri.

                Wedang Rempah Mbah Jo, ya, itulah nama minuman hangat yang  unik karena penyajiannya  benar benar masih berupa potongan rempah mentah berupa Jahe dikeprak, serai, sedikit Kunyit, Kencur dan sebagainya dipotong ukuran kecil kemudian ditambah gula batu dan diseduh dengan airr panas.

                Aroma rempahnya sangat terasa, Jahe dan Kencurnya  membuat lidah seperti sedikit tersengat pedas  dan kemudian ketika sudah sampai di tenggorokan dan perut akan menimbulkan sensasi hangat yang berbeda dari jika kita minum wedang dalam bentuk serbuk kemasan pabrik.

                Warung milik Mbah Jo (60) itu konon sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu itu buka mulai jam 10 Pagi dan tutup hingga jam 11 malam, terletak di belakang Polda Jateng, jika lewat dari arah Selatan maka pengunjungbisa melalui  jalan kecil disamping kiri Polda Jateng  atau  bisa juga dari arah Jalan Menteri Supeno alias Taman KB belok kiri lurus maka dengan mudah kita akan menemukan warung yang selalu ramai pengunjung ini.

                Puguh (35) pelayan warung itu mengungkapkan dalam sehari warung ini bisa menghabiskan Jahe Merah sekitar 20 Kg, untuk bahan lainnya menyesuaikan, “ Kami pakai Jahe Merah karena lebih bagus kualitasnya dibanding Jahe Emprit atau Jahe biasa, walaupun harganya tiga kali lebih mahal, Jahe Merah hangatnya lebih terasa dan disukai konsumen, kami mematok harga Lima Ribu Rupiah untuk setiap gelas Wedang Rempah” tuturnya.

                Ayu  (39) seorang Ibu muda berasal dari Bandung yang kebetulan berada di Warung tersebut mengaku terkesan dengan keunikan Wedang Rempah ini, “Baru kali  ini ada minuman yang khas seperti ini, yang membedakan adalah semua bahannya alami, hangatnya lebih terasa dibanding minuman kemasan” ucapnya .

                So, jika ingin mengalami sensasi rasa minuman Wedang Rempah yang jarang ada , silahkan berkunjung ke Semarang. 


(Aryo Widiyanto, Pemandu Wisata, Back Packer yang tinggal di akun Faceebook : Aryo Widiyanto, Twitter : @aryo_widi. Blogspot: aryowidiyanto.blogspot.com)