Senin, 05 Mei 2014

Zhang Da, bakti anak pada orangtua...



Zhang Da, bakti anak pada orangtua...

Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “Perbuatan Luar Biasa”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak kecil yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China. Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.




Sejak ia berusia 10 tahun (tahun 2001) anak ini ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan.

Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.

Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan Papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.

Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui.

Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan.

Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya.

Hidup seperti ini ia jalani selama 5 tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. Zhang Da merawat Papanya yang sakit sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya.

Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.

Zhang Da menyuntik sendiri papanya. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli.

Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi / suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa mampu, ia nekat untuk menyuntik papanya sendiri. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah terampil dan ahli menyuntik.

Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, pembawa acara (MC) bertanya kepadanya,
"Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu? Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah?
Besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir.
Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!" kata sang MC.

Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu."

Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar ia pun menjawab,
"Aku mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama kembalilah!"

Semua yang hadir pun spontan menitikkan air mata karena terharu. Tidak ada yang menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya?

Mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit? Mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, pasti semua akan membantunya.

Mungkin apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku mau Mama kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.
Kisah di atas bukan saja mengharukan namun juga menimbulkan kekaguman. Seorang anak berusia 10 tahun dapat menjalankan tanggung jawab yang berat selama 5 tahun. Kesulitan hidup telah menempa anak tersebut menjadi sosok anak yang tangguh dan pantang menyerah.

Zhang Da boleh dibilang langka karena sangat berbeda dengan anak-anak modern. Saat ini banyak anak yang segala sesuatunya selalu dimudahkan oleh orang tuanya. Karena alasan sayang, orang tua selalu membantu anaknya, meskipun sang anak sudah mampu melakukannya. Sumber : jujunjunaedi.multiply.com

Rabu, 23 April 2014

Kayu Karet Untuk Furniture



Kayu Karet Untuk Furniture


Kami menyediakan kayu karet dari Sumatera , Lampung , Aceh, Palembang, Jawa Tengah, Jabar dan Jatim untuk bahan baku furniture  dengan kualifikasi :

Tebal : 26/32/38/ 46/ 58/ mm
Lebar: 6 Cm-12 Cm
Panjang : 70 Cm - 120 Cm
Bentuk : Papan  Roughsawn, Kering KD, MC Keluar Chamber 8 +-12, Vacuum.
Kayu Karet termasuk kayu keras yang kekerasannya diatas  Kayu Sengon, Density 650Kg/M3
Harga Per Kubik Rp 3.600.000. Non Tax
Pilih Pallet
Payment Term CAD
Furniture Grade 80% Lepas Hati.

Tertarik hub Astuti 081226523318

Kisah Niccolo Paganini dan biolanya

Mainkan Dengan Indahnya..




Kisah Niccolo Paganini dan biolanya 

Niccolo Paganini, seorang pemain biola yg terkenal di abad 19, memainkan konser untuk para pemujanya yg memenuhi ruangan. Dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh, Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus.


Keringat dingin mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya.

Kejadian yg sangat mengejutkan senar biolanya yg lain pun putus satu persatu hanya meninggalkan satu senar, tapi dia tetap main.
Ketika para penonton melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berdiri & berteriak, “Hebat, Hebat…”
Setelah tepuk tangan riuh memujanya,

Paganini menyuruh mereka untuk duduk.
Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat bermain dengan satu senar.
Paganini memberi hormat pada para penonton dan memberi isyarat pada dirigen orkestra untuk meneruskan bagian akhir dari lagunya itu.
Dengan mata berbinar dia berteriak,
“Paganini dengan satu senar”
Dia menaruh biolanya di dagunya dan memulai memainkan bagian akhir dari lagunya tersebut dengan indahnya.
Penonton sangat terkejut & kagum pada kejadian ini.

PESAN MORAL,

Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran, kekecewaan & semua hal yg tidak baik.

Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu banyak waktu mengkonsentrasikan pada senar kita yg putus & segala sesuatu yg kita tidak dapat ubah.

Apakah anda masih memikirkan senar-senar Anda yg putus dalam hidup Anda?

Apakah senar terakhir nadanya tidak indah lagi?

Jika demikian, saya ingin menganjurkan JANGAN MELIHAT KE BELAKANG,
MAJULAH TERUS,

mainkan senar satu-satunya itu,

mainkankanlah itu dengan indahnya.

TUHAN akan menolong Anda

Sumber : http://www.jualanbuku.com/2011/02/16/kisah-niccolo-paganini-dan-biolanya/#more-236 Posted by admin in : Cerita menggugah , trackback

Javanese Wedding Ceremony Images

Javanese Wedding  Ceremony Images
         

              Javanese people especially in Central Java in 2014 still keep a traditional wedding ceremony when they held a wedding for their offsprings, most all of them also respect the procession during the ceremony, check the foto below to see the uniqueness of Traditional Wedding Ceremony in Central Java, all these photo is a property of Aryo Widiyanto, Address : Jl Sriagung 234 Cepiring Kendal Jawa Tengah Indonesia, Twitter :@aryowidi   Facebook : Aryo Widiyanto Email:aryo_widi@yahoo.co.id










Minggu, 20 April 2014

Kayu Beech Import dari Perancis

Kayu Beech Import dari Perancis



Bentuk : Papan Oneside Unedge

KD, Steam.
Tebal : 26/32/38/50/60 mm
Lebar :12 Cm Up
Panjang : 2 Meter Up
Harga : $ 650 Sudah Ppn FOB Jakarta

Hub Aryo : 087747970200

Kamis, 17 April 2014

Kayu Karet Untuk Furniture



Kayu Karet Untuk Furniture


Kami menyediakan kayu karet dari Sumatera , Lampung , Aceh, Palembang, Jawa Tengah, Jabar dan Jatim untuk bahan baku furniture  dengan kualifikasi :

Tebal : 26/32/38/ 46/ 58/ mm
Lebar: 6 Cm-12 Cm
Panjang : 70 Cm - 120 Cm
Bentuk : Papan  Roughsawn, Kering KD, MC Keluar Chamber 8 +-12, Vacuum.
Kayu Karet termasuk kayu keras yang kekerasannya diatas  Kayu Sengon, Density 650Kg/M3
Harga Per Kubik Rp 3.600.000. Non Tax
Pilih Pallet
Payment Term CAD
Furniture Grade 80% Lepas Hati.

Minat hub :Astuti 081226523318

Original Civet Coffee




It Civet Coffee Original from Kendal Regency Central Java Indonesia



Kopi Luwak from Indonesia is often referred to as the best in the world, supposedly once been the Oprah Winfrey talk show host world-renowned events of America lifted the Oprah Winfrey Show complete with the story of the creation of a concoction of coffee ranging from cherry red fruit are eaten by  Civet then fermented in the animal's stomach and from coffee beans that have been fermented naturally it is processed in the traditional way that creates a hygienic then voila coffee flavor that is second to none, and of course expensive as well as world-class.

But of course, Oprah Winfrey never thought that the coffee they drink is not as sweet as the  fate Luwak coffee artisans especially in Kendal Regency Central Java Indonesia, there was a Yoga Basuki (40) aka Mas Aan, the District Sukorejo Kalibogor villagers who for three years trying to develop Kopi Luwak is genuine, original, pure and not mixed with instant coffee or regular coffee and those coffee really comes from the fermentation of the nocturnal animal's body.




Mas Aan learn from nature, he tried to create the approaching captivity Civet way of life in the wild, it could be said this is the only one in captivity Civet Kendal, recorded the results of his labor he has now tailed mongoose Ninety of the breeding results, according Aan, to able to successfully maintain and breeding the civet , the first good is based on a sincere desire to love animals, it is not exploitation in the sense not only make a profit regardless of the animal's health and way of life, there is no torture, diet cycle has set in which Civet eating coffee which occurred in May, June, J uly, August, and September, Aan has tips to optimize feeding coffee berries arranged two days of eating coffee and one day of fasting, in which the third Day of Luwak coffee is not eating at all but replaced with a banana fruit , Guava, Papaya, catfish fish protein intake, and if sick then traditional Civet fed lizards to stamina and Vanishing disease,

Aan also declined to give a protein intake of broilers chickens either alive or already finished because he thinks Broiler carcasses have a high chemical content and susceptible to bacteria if the carcass is given to the pet mongoose. In exchange he gave Snail, chicken eggs and not to drink milk because Luwak not given naturally in their habitat,His  Luwak never drink milk, this guy gives liquid palm sugar in addition to avoidance of dehydration as well as to reduce the stress which is common
"In principle, if the mongoose healthy fat and then fermenting the resulting coffee will be perfect, make perfect fermentation acid contained in coffee naturally eclipsed by protolitik enzymes in the body of Luwak" Aan said.

Aan can guarantee the authenticity and purity of Luwak coffee is produced by the farm, "The principle is that I want to restore the image of Indonesian Civet coffee is coffee and original quality of the natural fermentation of the Java programming language, not mix with other coffee" he said, to the efforts of enterprising Aan providing extension to farmers to help support the movement prohibit hunting in the wild civet, he also urged the farmers to preserve rare coffee grown Kendal residents are ancestors hundreds of years old where the Arabica type of coffee and tobacco aromas mixed Leberica it because supposedly planted on the slopes of Mount Perau , Mount Sindoro, and Mount Sumbing known for Srintil Tobacco which   super expensive price.



Civet Coffee products produced by Basuki farms of Yoga is divided into three variants namely Arabica, Robusta and Leberica, all three have in common is the viscosity of concentrated, pungent smell either when raw or prepared food, specifically for Leberica more like aroma when raw fruit Jackfruit but when it's brewed it will come out a little scent of tobacco. For the true connoisseur of coffee, there is a special flavor in pure Kopi Luwak coffee that is not contained in the usual, "Aroma and the stimulant gives  different effects, Civet coffee is more" sting "" Yoga said,

To fix the Basuki Yoga Price Crude is priced Arabica Coffee One Million Rupiahs, Eight Hundred Thousand Rupiahs for  Raw Robusta , Crude Leberica One Million Rupiahs , Arabica Roasting and Powders prepared fare makers Two Million Rupiahs, Robusta Roasting and Powder One Million Five hundred Thousand Rupiahs , and Leberica Roasting and Powder Two Million Five hundred Thousand Rupiahs .

Buyers are coming or ordering via phone coming from various parts of the country, especially from some classy cafes and also from overseas such as Taiwan, Morocco, the Middle East, the Netherlands, Germany and the United States and several other European countries "Usually they buy through the workforce working there and when leave was taken for by the by, but some are special order through our marketing network in Blackberry Messenger pin 21DC007F "Aan said.

Aan hope no government interest in coffee Luwaknya product development, during this time he saw the local government is less enthusiastic about promoting potential Kendal Coffee's "Though this is a genuine product Kendal, not until later if there are other areas or other countries such as Malaysia patenting Kopi Luwak, our new throe "added the man who resemble flawless Philippine boxer Manny Pacquiao this.

(Aryo Widiyanto, Tour Guide, Backpacker Traveller available in Facebook : Aryo Widiyanto, Email : aryo_widi@yahoo.co.id)