Jumat, 06 Juni 2014
Selasa, 03 Juni 2014
Jogjakarta selalu mempesona
Jogjakarta selalu mempesona
Mungkin
bagi kami yang tinggal di Jawa Tengah, rekreasi ke Jogjakarta adalah sebuah hal
yang bisa dilakukan kapan saja, namun anehnya, setiap kali pergi ke Jogja,
selalu ada pengalaman baru nan menarik
dan selalu mempesona,nuansa tradisionalnya dari jaman aku SD hingga
anakku sudah SD bukannya memudar tapi
semakin kental dan menggetarkan hati untuk berkunjung kembali.
Perjalanan
dimulai dengan naik bus dari Kendal ke Jogjakarta yang memakan waktu sekitar 4
Jam, sembari melihat pemandangan dari balik kaca bus , menyenangkan.
Sampai
di Jogja sekitar jam 11, destinasi pertama saya adalah Kasongan Bantul, karena keluarga saya masih ada yang
berdomisili disana, melihat Kasongan dan segala kisah sukses para perajin
gerabah di lokasi yang kini jadi kawasan wisata itu yang konon dulu tanah
disana tidak pernah dilirik, tak ada yang mau beli karena terpencil, kini harga
tanah disana melambung tinggi karena strategis dan potensial untuk tourism dan
pusat handycraft pottery, ditempat ini kita bisa membeli gerabah dalam bentuk
apapun, gaya apasaja, mulai dari gaya Jawa klasik, Jawa Tribal, Dayak, Papua,
China, hingga bentuk yang terunik sekalipun, ada, dengan ukuran mulai dari
seukuran botol balsem hingga yang suoer besar, harganya pun lebih murah
dibandingkan dengan dilokasi wisata lain karena di Kasongan inilah pusat
pembuatan dan penjualannya.
Puas di
Kasongan saya diantar keponakan menuju
Museum Dirgantara miik TNI AU di kawasan Adisucipto, di Museum ini
nampak sisi pendidikan ditonjolkan oleh TNI AU,mulai dari seragam TNI AU
berbagai jenis, hingga seragam Taruna dan Pilot rapi di dalam kaca, memotivasi
generasi negara ini untuk bangga pada Korps Dirgantara, kemudian berbagai diorama , replika pesawat , dan
berbagai kisah sejarah di paparkan lengkap dengan keterangan dan
klasifikasinya, berbagai jenis pesawat terbang yang pernah dipunyai Indonesia dipajang , kesan megah dan wibawa
nampak ketika deretan pesawat mulai dari jenis
kecil dan legendaris macam “Si Cocor Merah” yang digunakan bertempur
melawan Belanda dan Jepang hingga pesawat berbadan lebar Boeing dan Helikopter
pengangkut pasukan dibariskan rapi, para pengunjung bebas mau berpose seperti
apa saja.(Aryo Widiyanto, Traveller, Bacpaker, penikmat seni yg tinggal di akun twitter @aryowidi, Facebook : Aryo Widiyanto dan blog : aryowidiyanto.blogspot.com)
Minggu, 01 Juni 2014
Wisata minggu pagi di Kendal Jawa Tengah.
Wisata minggu pagi di Kendal Jawa Tengah.
Untuk urusan
wisata kuliner, Alun Alun Kendal komplit
menyajikan berbagai macam makanan mulai
dari Sate Kelinci, Sate Ayam, Bubur Ayam, Soto Sapi, hingga yang unik dan langka seperti Pecel
Semanggi lengkap dengan Sate Keongnya, serta Berbagai Jajanan pasar tradisional
seperti Awul yang terbuat dari Singkong dan teksturnya lembut, Andil-Andil
yang terbuat dari tepung beras diberi Kinco
atau gula jawa yang dicairkan, Gondhem
atau Sorgum, Gemblong
atau Wajik yang terbuat dari ketan, serta beraneka rupa makanan nan langka
semua tersedia.
(Aryo Widiyanto, Traveller, Bacpaker, penikmat seni yg tinggal di akun twitter @aryowidi, Facebook : Aryo Widiyanto dan blog : aryowidiyanto.blogspot.com)
Rabu, 28 Mei 2014
Semburan unik Gula Jawa dan Kelapa Sembuhkan Herpes.
Semburan unik Gula Jawa dan Kelapa Sembuhkan Herpes.
Definisi dari Herpes
zoster adalah
penyakit yang disebabkan oleh virus yang bernama varicella-zoster. Biasanya penyakit Herpes ini
mempunyai ciri ciri yang di tandai dengan adanya kulit melepuh dan terasa
sakit pada otot di sekitar daerah yang terjangkit bisa mulut dan kulit.
Penyebab Penyakit Herpes zoster adalah virus Varicella
zoster, yaitu virus yang juga menyebabkan cacar air. Pada virus ini memiliki
gejala yaitu timbul gelembung-gelembung kecil, biasanya di daerah punggung,
hanya pada satu sisi, dan meliputi daerah persyarafan tertentu.
Namun pernahkah
dibayangkan bahwa ada sebuah pengobatan unik yang terkadang penuh dengan mitos bisa mengobati penyakit
ini? , seperti yang ada di Kabupaten Kendal Jawa Tengah terutama di daerah
Kecamatan Cepiring, di Tahun 2014 ini masih ada sebuah kepercayaan yang
meyakini bahwa penyakit Herpes atau yang biasa disebut orang lokal sebagai Dompo
atau Cacar Api bisa disembuhkan dengan semburan Gula Jawa dan
Kelapa.
Namun ada syarat untuk menjadikan semburan itu manjur,
diantaranya adalah bahwa yang menjadi perantara pengobatan adalah harus seorang yang sudah berumah tangga, eits, gak
semudah itu juga, ada syarat tambahan yaitu “Diwajibkan” penyemburnya adalah Seorang gadis yang
mendapatkan Duda, atau Seorang Janda yang mendapatkan Perjaka dalam pernikahannya, selain dua syarat itu diyakini
semburannya gak akan manjur deh.
Cara pengobatan Herpes ala Kendal ini juga lain
daripada yang lain, yaitu Gula Jawa dan Kelapa dikunyah oleh perantara
penyembuhan, kemudian setelah tercampur dalam mulut lalu diseburkan di area
yang terkena herpes, biasanya dalam jangka waktu beberapa hari Herpes akan mengempis dan hilang.
Johny (34) penduduk Jalan Sriagung Cepiring yang
berasal dari Padang mengungkapkan keherannanya, “ Saya awalnya tak percaya,
ketika kena Herpes atau Dompo, saya berobat ke pengobatan medis yang ada,
diberi salep,pil dan segala macamnya, tapi kesembuhan belum datang juga,
kemudian saya disarankan untuk diobati dengan metode semburan Gula Jawa dan
Kelapa, eh, Alhamdullilah sembuh, tak masuk akal tapi nyata
khasiatnya"tuturnya.
Kekayaan
khasanah budaya dan pengobatan tradisional di Kabupaten Kendal sangat banyak
namun belum diekspose,padahal keunikan dan
keberagamannya bisa menjadi sebuah ensiklopedi tersendiri bagi generasi
masa mendatang. .
(Aryo Widiyanto, Traveller, Bacpaker, penikmat seni
yg tinggal di akun twitter @aryowidi, Facebook :Aryo Widiyanto dan blog : aryowidiyanto.blogspot.com)
Senin, 26 Mei 2014
Butterfly and Adenium By (Aryo Widiyanto, Traveller, Bacpaker, penikmat seni yg tinggal di Jl Sriagung no 234 Cepiring Kendal Jawa Tengah , akun twitter @aryowidi, dan blog : aryowidiyanto.blogspot.com)#Photography
Bunga Gambas dan Bunga Mercon Air # Photography
Langganan:
Postingan (Atom)
