Kamis, 16 Oktober 2014
Senin, 13 Oktober 2014
Close Battle TNI AD
Close Battle TNI AD
Simulasi pembebasan yg di sandera oleh teroris
TNI AD KODAM I Bukit Barisan - YONIF 134 Tuah Sakti bekerja sama dengan
Socio Movie Craft
Sebuah film pendek yang detail, kualitas gambar keren, special effect bagus terutama saat di bagian awal fim ketika Sniper TNI AD menghajar para teroris, jatuhnya sang teroris digambarkan sangat dramatis , keren..film ini bisa jadi merupakan awal yang baik bagi Socio Movie Craft dan TNI AD untuk memproduksi film berkelas macam Platoon atau sejenisnya, cuma tingkatin dong audionya, mosok suara tembakan mirip suara mercon, yang bener ajeeeh pak.. ( Aryo Widiyanto, traveller, Backpaker, penulis dan pengamat film yang tinggal di nomer telepon 087747970200)
Sabtu, 11 Oktober 2014
Ini Dia Mobil Rakitan Pesaing Mobil SMK Jokowi
Ini Dia Mobil Rakitan Pesaing Mobil SMK Jokowi.
Mobil
nasional dambaan masyarakat yang murah dan berkualitas nampaknya masih jauh
panggang dari api alias masih di angan angan, beberapa tahun silam kita dibuai dengan harapan mendapatkan mobil yang murah seperti
riwayat Mobil Timor dan Wira di era Orde baru, atau yang teranyar mobil SMK di
era Joko Widodo masih menjabat sebagai Walikota Solo, namun ternyata belum juga
muncul mobil yang benar benar murah dan diproduksi secara massal di Indonesia.
Kreatifitas
mencipta mobil tak hanya dimiliki jajaran SMK di era Jokowi, di Kabupaten
Kendal seorang warga bernama Haji Mawardi penduduk Desa Taman Gede RT 5 RW6
Kecamatan Gemuh berusia 75 Tahun sanggup merakit dan membuat mobil dari bahan
yang seratus persen dari limbah rumah tangga.
Mobil
rakitan dari Mbah Wardi demikian pria uzur ini disapa, mempunyai
spesifikasi mesin dari motor Yamaha 75,
bertempat duduk dua, satu bagasi terbuka dibagian belakang, bodynya terbuat
dari Seng dan Alumunium bekas Lemari Es yang tak terpakai, rodanya adalah roda
sepeda BMX, keren banget.
Untuk
membuat mobil unik ini mbah Wardi mengaku menghabiskan dana hanya sekitar empat
juta rupiah, “ Ketahanan mesinnya gak kalah dengan mobil beneran, setiap saat
mobil ini saya bawa ke Cepiring yang jaraknya empat kilometer bolak balik juga
aman saja, jika diproduksi massal pasti siap jadi pesaing mobil SMK ” tuturnya
sembari terkekeh.
Minat
warga untuk membeli mobil rakitan dari Mbah Mawardi juga cukup tinggi, sekitar
enam unit yang telah selesai dirakit olehnya ludes dibeli oleh warga sekitar
Kabupaten Kendal, hmmm, ternyata sumber daya manusia Indonesia tak kalah
kreatif dibanding dengan negara lain
(Aryo Widiyanto, Traveller, Backpacker,
penulis di media cetak dan blogger ,call me at 087747970200 fesbuk di Aryo Widiyanto, blogspot di :
aryowidiyanto.blogspot.com)
Kamis, 09 Oktober 2014
REZA LAWANG SEWU - SUAMIKU NAKAL LAGI - DANGDUT KOPLO HOT
Inul Daratista, Dewi Perssik, Jupe, Awaaass, Reza Lawang Sewu siap menantang dominasi kalian.
Kemunculan Penyanyi Dangdut bernama Reza Lawang Sewu ternyata membuat kehebohan tersendiri di jalur penggemar dangdut sepanjang Pantura Jawa, banyak penikmat musik unik ini menanti kehadirannya, hampir mirip dengan fenomena munculnya Inul Daratista dulu, Reza Lawang Sewu juga tenar via Compact Disc bajakan yang mempopulerkan namanya.
Kecantikan wajah, goyang yang pas, kelebihan dari Reza adalah bodynya " Sterek" alias tak ada lemak, beda dengan Dewi Perssik yang sedikit menggelambir dibeberapa bagian tubuhnya dan Inul Daratista yang mulai tua, Reza dipandang siap menantang dominasi seniornya yang telah malang melintang di dunia persilatan Dangdut, kapan Reza akan mengorbit, waktu yang akan menjawabnya (
Kemunculan Penyanyi Dangdut bernama Reza Lawang Sewu ternyata membuat kehebohan tersendiri di jalur penggemar dangdut sepanjang Pantura Jawa, banyak penikmat musik unik ini menanti kehadirannya, hampir mirip dengan fenomena munculnya Inul Daratista dulu, Reza Lawang Sewu juga tenar via Compact Disc bajakan yang mempopulerkan namanya.
Kecantikan wajah, goyang yang pas, kelebihan dari Reza adalah bodynya " Sterek" alias tak ada lemak, beda dengan Dewi Perssik yang sedikit menggelambir dibeberapa bagian tubuhnya dan Inul Daratista yang mulai tua, Reza dipandang siap menantang dominasi seniornya yang telah malang melintang di dunia persilatan Dangdut, kapan Reza akan mengorbit, waktu yang akan menjawabnya (
. (Aryo Widiyanto, Traveller, Backpacker, penulis di media
cetak dan blogger ,fesbuk di Aryo Widiyanto, blogspot di :
aryowidiyanto.blogspot.com)
cetak dan blogger ,fesbuk di Aryo Widiyanto, blogspot di :
aryowidiyanto.blogspot.com)
Rabu, 08 Oktober 2014
Museum Mandala Bhakti Semarang Potret Pengabdian Tentara Untuk Rakyat
.
Sebuah
hal yang luar biasa ditengah kebiasaan
dan budaya membayar untuk semua hal mulai dari parkir hingga pipis di toilet
pun membayar, tapi di museum ini kita tidak membayar alias gratis untuk melihat
koleksi yang ada, “ Pimpinan kami dalam hal ini bapak Panglima Kodam IV
Diponegoro mempersilahkan seluruh lapisan masyarakat untuk datang , menikmati
dan belajar sejarah dari Museum ini, kami terbuka untuk umum dan pemandu serta
staf yang ada siap melayani masyarakat” papar Gandung yang sudah 30 Tahun
bertugas sebagai pemandu.
“
Museum ini seharusnya mendapat perhatian dari dinas pendidikan dan Gubernur
Ganjar Pranowo karena sangat bermanfaat bagi para pelajar untuk mendapatkan
data dan ilmu tentang perjuangan rakyat semarang, jika direnovasi dan
dipromosikan dengan bantuan Gubernur melalui Dinas Pariwisata serta dimasukkan
itenerary kunjungan wisatawan , maka niscaya museum ini akan jadi salah satu
ikon dan referensi kunjungan bagi para turis” tutur Bayu dan Desika dari Unika
Sugiyo Pranoto serta Maya Retha dari Undip yang datang untuk mengadakan riset
penelitian.
Museum Mandala Bhakti Semarang, Potret Pengabdian Tentara
Untuk Rakyat.
HUT TNI
ke 69 tahun 2014 menerbitkan kenangan
bahwa kita mempunyai tentara yang kuat dan hebat ditengah keterbatasan
Alutsista dibanding negara tetangga,
selain pameran Alat pertahanan dan segala macam defile itu, pernahkah
mengulas balik kebelakang bahwa dulu
tentara kita pernah begitu menyatu dengan rakyatnya, bahu membahu memerangi
musuh yang datang dari mancanegara, kini setelah merdeka kenangan itu masih
terekam jelas melalui diorama, Foto dan berbagai benda kemiliteran bersejarah
yang ada di Museum Mandala Bhakti Kodam IV Diponegoro Semarang Jawa Tengah yang
merupakan potret sejati pengabdian tentara Indonesia untuk rakyatnya.
Museum
ini menempati bangunan di Eks bangunan Kodam IV Diponegoro lama di bundaran
Kalibanteng yang berada persis di samping monumen Tugu Muda, dan berada satu
bundaran dengan museum Lawang Sewu yang kondang dengan cerita mistisnya.
Beberapa
waktu lalu saya dan beberapa rekan dari Universitas Katholik Sugiyopranoto dan
Universitas Diponegoro menyempatkan
berkunjung ke Museum ini, saat pertama kali menginjakkan kaki ke kedalam museum,
kesan bersih dan terawat langsung terasa, bangunan sebesar itu nampak kinclong lantainya dan tak ada kesan angker,
padahal bangunan ini setara tuanya dengan museum Lawang Sewu.
Menurut
Pak Gandung dan Bu Asih , Pegawai Negeri
Sipil Kodam yang bertugas menjadi
pemandu para turis yang datang, Museum
Mandala Bhakti mempunyai sejumlah
ruangan yang erat kaitannya dengan sejarah perjuangan di Semarang Jawa Tengah,
diantaranya Ruangan Pertempuran Lima Hari Semarang dimana rakyat dan TNI
bertempur sampai titik darah penghabisan melawan penjajah yang ingin
menancapkan kukunya kembali di Semarang, kemudian ada juga ruangan sejarah yang
masih berkaitan dengan pertempuran lima hari di Semarang mengenai perjuangan Dokter Kariyadi yang
mempertahankan Reservoir Siranda yang akan ditaburi racun oleh penjajah Jepang dimana konon Dokter Karyadi yang menjabat sebagai Kepala
Laboratorium Purusara mendapat telepon dari pimpinan Pusat Rumah Sakit Rakyat
(Purusara) tentang isu mengenai Jepang
yang akan meracun reservoir Siranda , kemudian dr. Karyadi langsung meluncur ke
Siranda untuk mengecek kebenarannya. Meskipun istri beliau drg. Soenarti telah
mencegahnya untuk pergi karena suasana yang sangat membahayakan , namun dokter
muda itu tetap berangkat dengan motivasi harus menyelidiki desas-desus itu karena
menyangkut nyawa ribuan warga Semarang. Dan kenyataannya dr. Karyadi tidak
pernah sampai ke tujuan, jenazahnya ditemukan di jalan Pandanaran karena
dibunuh secara keji oleh tentara Jepang. Dokter muda ini gugur dalam usia 40
tahun. namanya kemudian diabadikan menjadi RSUP Dr Karyadi di Semarang, selain kisah tentang pertempuran lima hari di
Semarang yang terjadi tanggal 15 Oktober 1945 itu, ada juga beberapa ruangan lain termasuk ruangan dimana
Pangeran Diponegoro diinterogasi Belanda lengkap dengan bekas guratan kuku sang
pangeran, sangat lengkap dan berharga bagi para pelajar, mahasiswa dan peneliti
sejarah yang ingin mengembalikan memori tentang perjuangan dan suka duka rakyat
dan TNI melawan penjajah.
Kepiawaian
Gandung dalam memandu wisatawan serta pengetahuan Bu Asih dalam menjelaskan
tentang sejarah militer tak kalah dari pemandu wisata profesional, keterangannya detail dan cara memperagakan
sejumlah senjata yang ada di museum itu benar benar lihai sehingga senjata
berat seperti Bren dan senapan otomatis yang usianya sudah uzur itu ditangan
Gandung bisa menyalak dan membuat
terkagum para mahasiswa yang datang.
Para
pelajar dan mahasiswa yang datang
mengaku puas dengan pelayanan dan penjelasan dari pihak Museum, “ selain memperoleh pengetahuan dan mempelajari
sejarah , kami juga bisa foto selfie dan narsis di sejumlah item senjata berat
seperti Panser, Meriam dan senjata berat yang ada, keren banget”papar Dyah
salah seorang pengunjung yang datang bersama putranya.
(Aryo Widiyanto, Traveller, Backpacker, penulis di media cetak dan
blogger ,fesbuk di Aryo Widiyanto, blogspot di : aryowidiyanto.blogspot.com)
Jumat, 26 September 2014
Kereta Api Kedungsepur, mudah, aman, nyaman,cepat.
Kereta Api Kedungsepur, mudah, aman, nyaman,cepat.
Kereta Api Kedungsepur, mudah, aman, nyaman,cepat.
Kereta
Kedungsepur dengan Rute Kendal, Semarang, dan
Purwodadi telah diluncurkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) bulan
September tahun 2014 ini, harapan mayoritas warga yang telah jenuh dengan moda transportasi
darat seperti kendaraan roda empat yang sangat rawan macet, kecelakaan dan
lamban diganti dengan model transportasi yang cepat, aman dan nyaman seperti
yang didapatkan di Kereta Api telah sedikit terpenuhi.
Tiba di
Semarang , kami menuju restoran Beringin di depan stasiun Poncol yang
menyajikan berbagai makanan khas Semarang dan juga bernuansa Tiongkok, ada Nasi
Bebek Hainan , Bubur Phitan, Bubur bebek panggang, Bubur Ayam, Sapi lada hitam,
Aneka Mie dan Kwetiau, ditambah kesegaran Es Beringin yaitu sajian mirip Es
teler namun lebih ringan dengan buah dan agar agar serta Lyche diatasnya, jika
ingin minum kopi maka pengunjung bisa hangout di ruang luar sembari merokok,
jan uenak tenan kata wong Semarang.


Puas dengan
wisata sehari itu, kami pukul 16.30 sore bergegas ke Stasiun Poncol untuk
kembali ke Kendal , Kereta Api Kedungsepur adalah sejarah awal mula adanya
transportasi yang nyaman dan menghargai penumpang sebagai konsumen, terimakasih
PT KAI untuk inovasi hebatnya. (Aryo Widiyanto, Traveller, Backpacker, penulis
di media cetak dan blogger ,fesbuk di Aryo Widiyanto, blogspot di :
aryowidiyanto.blogspot.com)
Langganan:
Postingan (Atom)

