Rabu, 25 Maret 2015
Senin, 23 Maret 2015
"Gallery Of #Ayu Ting Ting " Photography by Aryo Widiyanto
"Gallery Of #Ayu Ting Ting " Photography by Aryo Widiyanto.
Polres Kendal Optimalkan Pengamanan Konser Rock
Polres Kendal optimalkan pengamanan konser Rock.
Sabtu 21/3 bertempat di GOR Bahurekso Kendal
sejumlah petugas kepolisian terlihat berjaga di sebuah acara Konser musik Rock
yang diadakan sebuah produk rokok , malam minggu dimana seharusnya dinikmati
sebagai malam bertugas santai bersama keluarga adalah malam yang sibuk bertugas
bagi korps Bhayangkara tersebut.
Mengantisipasi
adanya hal yang tak diinginkan seperti kriminalitas, perkelahian , atau mungkin
tawuran yang mungkin terjadi, panitia konser berkolaborasi dengan Polres Kendal
mengadakan pemeriksaan ketat bagi para penonton yang akan masuk ke dalam Gedung
Olahraga terbesar di kabupaten ini.
Kapolres
Kendal AKBP Harryo Sugihartono melalui
Kasat Sabhara AKP Winarno mengatakan bahwa semua benda yang memungkinkan
terjadinya perkelahian atau melukai pengunjung lain diminta diepas dan
ditinggal di pos pemeriksaan “ Sabuk dengan kepala logam, senjata tajam, botol
kaca dan sejenisnya kami sita sebagai antisipasi terjadinya keributan,
bersyukur nampaknya para penonton yang mayoritas remaja bersikap baik dan
tertib” tuturnya.
Konser yang
dibuka dengan lagu berjudul “Ikuti” milik grup cadas Edane yang dimainkan
musisi lokal menghentak seluruh pengunjung yang unik berseragam hitam dan celana jeans belel, mereka
berjingkrak, head bang, dan berteriak mengikuti irama, sementara para polisi
didalam tetap siaga dan personel yang ada diluar berpatroli mengelilingi area
GOR dan Alun Alun yang ramai dengan para keluarga yang sedang menikmati malam
minggu.
Kotijah
(23) warga Jambangan Botomulyo yang
sedang menikmati suasana dengan makan ayam bakar di sekitar lokasi mengatakan
bahwa konser yang sedang berlangsung tak mempengaruhi moodnya menikmati malam
minggu “ Walaupun banyak anak muda jejingkrakan , namun suasana tetap aman dan
nyaman, banyak pak Pulisi patroli, gak takutlah” ucapnya santai (Aryo
Widiyanto)
Sabtu, 21 Maret 2015
"Smirnoff" Photography by Aryo Widiyanto
"Smirnoff" Picture by
Aryo Widiyanto, Penikmat film, Traveller ,
Backpacker, Photograper, Blogger di aryowidiyanto.blogspot.com , twitter di
@aryowidi , dan Jurnalis Serta Buruh Negara Yang Punya
Fesbuk :Aryo Widiyanto
Kamis, 19 Maret 2015
Mural Kendal Semakin Menggigit
Mural Kendal, semakin menggigit
Seni Mural atau kita untuk gampangnya kita menyebut gambar dinding menurut sejarahnya Mural berasal dari kata ‘murus’, kata dari Bahasa Latin yang memiliki arti dinding. Dalam pengertian kontemporer, mural adalah lukisan berukuran besar yang dibuat pada dinding (interior ataupun eksterior), langit-langit, atau bidang datar lainnya. Akar muasal mural dimulai jauh sebelum peradaban modern, bahkan diduga sejak 30.000 tahun sebelum Masehi. Sejumlah gambar prasejarah pada dinding gua di Altamira, Spanyol, dan Lascaux, Prancis, yang melukiskan aksi-aksi berburu, meramu, dan aktivitas relijius, kerapkali disebut sebagai bentuk mural generasi pertama.
Akar muasal mural ternyata sudah dimulai jauh sebelum peradaban modern, bahkan diduga sejak 30.000 tahun sebelum Masehi. Jika ditilik dari pernyataan sejarah diatas berarti manusia lebih mengenal ekspresi gambar terlebih dahulu dibandingkan dengan tulisan. Mural dalam perjalananan seni rupa tidak bisa dilepaskan dari jaman prasejarah kira-kira 31.500 tahun silam, ketika ada lukisan gua di Lascaux, selatan Prancis. Mural yang dilukis oleh orang-orang jaman prasejarah ini menggunakan cat air yang terbuat dari sari buah limun sebagai medianya. Lukisan mural pada jaman prasejarah ini paling banyak ditemukan, di Prancis, ada sekitar 150 tempat mural ditemukan, kemudian di Spanyol ada 128 tempat dan di Italia mural ditemukan di 21 tempat. Gambar mural-mural tersebut sebagian besar banyak menceritakan tentang kisah perburuan, meramu, juga aspek religius manusia pra sejarah. Terdapat juga bentuk mural ekspresi dengan gambar cetakan-cetakan tangan sebagai bentuk ekspresinya. aksi melukis di dinding goa-goa tersebut sebagai bentuk mural generasi pertama
Mural menurut Susanto (2002:76)
memberikan definisi sebagai lukisan besar yang dibuat untuk mendukung ruang
arsitektur. Definisi tersebut bila diterjemahkan lebih lanjut, maka mural
sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari bangunan dalam hal ini dinding. Dinding
dipandang tidak hanya sebagai pembatas ruang maupun sekedar unsur yang harus
ada dalam bangunan rumah atau gedung, namun dinding juga dipandang sebagai
medium untuk memperindah ruangan. Kesan melengkapi arsitektur bisa dilihat pada
bangunan gereja Katolik yang bercorak Barok yang melukis atap gereja yang
biasanya berupa kubah dengan lukisan awan dan cerita di Alkitab.
Mural mulai berkembang menjadi mural modern di tahun 1920-an di Meksiko dengan pelopornya antara lain Diego Rivera, Jose Clemente Orozco, dan David Alfaro.
Tahun 1970-1990 Mural mulai memperlihatkan eksistensinya adalah Jean-Michel Basquiat , graffitinya di sudut-sudut kota dan stasiun di New York, dengan tulisan S.A.M.O. sebagai identitas. Hal ini kemudian menginspirasi banyak seniman lain untuk berkarya di ruang publik. Salah satu seniman yang terpengaruh adalah Keith Haring yang kemudian banyak mengerjakan dan dianggap sebagai seniman mural selama kariernya (Sentoso, 2003).
Mural di Indonesia sudah ada sejak zaman perang kemerdekan. Pada saat itu, para pejuang mengekspresikan keinginannya melalui graffiti. Walaupun dengan skill dan peralatan yang masih sederhana, konsep tulisan di dinding menjadi paling aman untuk mengekspresikan pendapat secara diam-diam pada saat itu (Gusman, 2005).
Perkembangan seni Mural di Kabupaten Kendal pada taahun 2015 ini semakin eksis dan menunjukkan taringnya sebagai media mengekspresikan jiwa seni, kegundahan menghadapi situasi yang terjadi, bahkan sebagai joke atu lelucon atas kejadian politis atau kemasyarakatan yang terjadi saat ini.
Beberapa tempat strategis yang menjadi sarana para
seniman Mural Kendal mengekspresikan diri adalah di Samping GOR Bahurekso,
samping TK Pertiwi depan GOR, Stasiun Lama,dan bahkaan di dinding pasar Kendal,
isinya bermacam macam, ada yang menyoroti pemerintah dan kebijakannya, luapan
perasaan terhadap kekasih , dan anti narkoba.
Sebenarnya jika
pemerintah daerah jeli, para seniman mural ini bisa dihimpun dan diajak
kerjasama untuk memperindah kota, selama ini Kabupaten Kendal hanya menjadi
jalan perlintasan para pengguna jalan dari
arah Jakarta ke Jawa Timur dan sebaliknya, tak ada kenangan khusus
tentang Kabupaten ini di benak para pelintasnya, secara pariwisata, tak ada objek wisata Kendal yang “Dijual” di
sepanjang jalan pantura, inilah vitalnya peran seniman, coba saja jika Diparta
Kendal bersama para seniman mural
lokal membuat display mural di sepanjang jalan Pantura yang
berisi tentang apa saja objek wisata di
Kendal yang indah dan marketable, tentu akan menjadi referensi tersendiri
yang unik dan mengesankan, semua tergantungg goodwill
dan inisiatif pemerintah, kita lihat nanti (Aryo Widiyanto dari berbagai sumber)
Rabu, 18 Maret 2015
Ketua DPRD Kendal laksanakan Reses
Ketua DPRD Kendal laksanakan Reses
Memasuki
masa Reses dimana seluruh anggota DPRD melakukan kegiatan di luar masa sidang,
terutama di luar gedung gedung DPRD misalnya untuk melakukan kunjungan kerja,
baik yang dilakukan anggota secara perseorangan maupun secara berkelompok
mengunjungi konstituennya di daerah pemilihan masing masing, menjadi agenda
wajib yang dilaksanakan oleh Ketua DPRD Kabupaten Kendal H.Prapto Utono S.Sos.
Bertempat di Desa Gladaksari RT 03 RW 12 Kecamatan Kaliwungu
, Haji Tono, demikian dia akrab disapa, mengadakan reses di rumah warga yang
dihadiri oleh sejumlah ketua RT, Ketua RW, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh
wanita , dalam pertemuan yang berlangsung santai Rabu 11/3 sehabis Isya itu dibahas berbagai
permasalahan yang terjadi di daerah tersebut seperti jalan yang perlu
diperbaiki, pencegahan berbagai potensi penyakit dimusim hujan hingga saluran
air dan sungai yang perlu dikeruk.
Sementara acara
reses yang dilaksanakan pada hari kamis,12/3/2015 dihadiri oleh Kepala Desa dan
Perangkat Desa se Kecamatan Brangsong serta kepala UPTD Pendidikan,Kesehatan
serta Binamarga Brangsong, dengan tema Sinkronisasi hasil Musrenbang Kecamatan
dengan Desa serta Sosialisasi Rencana Perda Inisiatif tentang Jalan dan Irigasi
, sejumlah aspirasi mengemuka diantaranya
disampaikan oleh Kepala Desa
Kebonandem Kumaidi yang meminta agar ada perbaikan jalan poros desa brangsong
dan perbaikan drainase pertanian di desa kebonandem serta perlu adanya pos
kesehatan di desa Kebonandem, kepala UPTD
Kesehatan Brangsong menyampaikan agar
Puskesmas Brangsong ditinggikan mengingat jika hujan turun Puskesmas tergenang banjir. sedangkan Kepala UPTD
Pendidikan Brangsong menyampaikan perlunya PAUD Negeri di Kecamatan Brangsong
serta banyaknya SD yang pelu direhab ruang kelasnya serta pembuatan ruang
perpustakaan, Didik (34) seorang perangkat desa Rejosari juga meminta ada 3
proyek apirasi di brangsong yang gagal lelang agar menjadi prioritas untuk
dilaksanakan.
Marsudi (40) warga Gladaksari mengatakan berbagai
persoalan yang ada di tengah warga perlu diketahui segera oleh para anggota
DPRD Kabupaten mengingat para anggota dewan adalah wakil rakyat,jangan sampai
masa reses ini hanya sekedar formalitas tanpa ada manfaat yang terasa di
masyarakat.
“ Masa Reses, sebagaimana juga
Musrenbangdes,Musrenbang Kecamatan dan Musrenbang tingkat Kabupaten adalah
sarana bagi warga untuk secara terbuka menyampaikan apa yang menjadi problem di
desa dan wilayahnya, kami sebagai anggota dewan siap menjadi wakil yang memperjuangkan
aspirasi rakyat” tegasnya didampingi Hj Nur Hidayati S.Pd istrinya (Aryo Wd)
DPRD Kendal gelar Public Hearing Pendidikan Gratis.
DPRD Kendal gelar Public Hearing Pendidikan Gratis.
Bertempat
di aula gedung dewan Kabupaten Kendal Sabtu 14/3 DPRD Kabupaten Kendal dan
Dinas Pendidikan Kendal menggelar rapat dengar pendapat atau Public Hearing
mengenai Penyusunan Naskah Akademik Dan Draft Raperda Kab Kendal Tentang
Pendidikan Gratis, serta Penyusunan Naskah Akademik Dan Draft Raperda Kab
Kendal Tentang Wajib Belajar Diniyah Nonformal.
Hadir
dalam acara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Kendal H. Prapto Utono S.Sos, Ketua
Komisi D DPRD Kab Kendal, Sejumlah anggota Komisi D seperti Rubiyanto ST dari
Fraksi PKS dan Aminudin SH dari Fraksi PAN, Kepala Dinas Pendidikan Drs Muryono
S.Pd.M.Pd, para Kepala UPTD Disdik, Kepala Sekolah dari tingkat SD hingga SMA,
Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah hingga Madrasah Aliyah dan Pondok Pesantren,
Tokoh masyarakat, LSM Pendidikan dan Pemerhati Edukasi.
Dalam
sambutannya Ketua DPRD Kabupaten Kendal menegaskan bahwa sesuai amanat Undang
Undang, Pendidikan adalah hak semua warga negara, DPRD siap mengawal dan
mensukseskan program Pendidikan Gratis untuk warga Kendal “ Forum dengar
pendapat ini tentu dengan memperhatikan beberapa panduan sistematika naskah
akademik diantaranya latar belakang ,identifikasi masalah, kajian teoritis dan
praktik empiris, kajian dampak, evaluasi dan analisis perundangan berdasar
landasan filosofis, sosiologis, dan yuridis untuk kemudian dikaji bersama dan
berujung pada sebuah terbitnya sebuah Peraturan Daerah mengenai pendidikan
gratis di semua tingkatan dari SD/MI, SLB,SMP/MTs, SMLB,SMA,MA dan SMK Negeri
Swasta ” Paparnya.
Kepala
Dinas Pendidikan Kendal Drs Muryono
S.PD.M.Pd mengungkapkan bahwa prioritas utama dalam public hearing bersama
dengan DPRD dan masyarakat ini adalah terwujudnya target Wajib Belajar 12 Tahun sesuai amanat
Perda no 10 Tahun 2012, Pendidikan Gratis untuk semua warga, serta
terlaksananya gerakan Kendal Cerdas.
Pandangan
lebih tajam disampaikan oleh anggota Komisi D DPRD Kendal Rubiyanto ST Dan
Aminudin, didepan audiens kedua anggota dewan yang terkenal kritis ini secara
terbuka meminta agar kinerja Bagian Sarana Dan Prasarana Dinas Pendidikan harus
lebih dioptimalkan “ Komisi D dan Badan Anggaran akan berupaya meningkatkan
anggaran untuk pendidikan lebih tinggi dari tahun sebelumnya, untuk itu Bagian
Sarpras Disdik kami sarankan untuk bisa menyerap optimal anggaran tersebut”
terang Rubiyanto, sementara Aminudin menyoroti tentang janji Bupati Widya Kandi
tentang pendidikan gratis semasa Pilkada 5 Tahun lalu mengenai pendidikan
gratis harus terpenuhi sebelum masa jabatannya berakhir dan tidak sekedar
retorika , “ Dengan adanya pendidikan gratis dan memperkuat komitmen
mensukseskan Wajib Belajar Diniyah Nonformal, kami selaku wakil rakyat ingin
agar terciptanya peningkatan kualitas pelajar yang tidak hanya kuat dalam
pelajaran secara umum namun secara Aqidah juga kuat,kami ingin memberikan
contoh bagaimana anak anak bisa bermental dan bermoral baik , tentu disamping
fasilitas pendidikan yang bagus juga dengan contoh yang baik dari moral
pemimpinnya” tutur Aminudin.
Setiawan
(35) dari LSM Eksponen 98 Kendal yang konsen dibidang sosial masyarakat dan
pendidikan menyebut bahwa Public Hearing ini merupakan sebuah transparansi yang
perlu diapresiasi dan kerja nyata dari DPRD Kendal berkolaborasi dengan Pemkab
dan praktisi pendidikan “ Perlu diciptakan iklim dimana DPRD selaku wakil
rakyat selalu memperhatikan dan mengetahui kebutuhan masyarakat melalui acara
semacam reses, penyerapan aspirasi dan public hearing seperti ini, Pemkab
selaku pengguna anggaran tentu juga harus optimal dalam mempergunakan dan
menyerap anggaran karena itu dipertanggung jawabkan kepada rakyat” tegasnya.(Aryo Wd)
Langganan:
Postingan (Atom)