The Old Javanese Shaman, Picture By Aryo Widiyanto , Address: Jl Sriagung 234 Cepiring Kendal Jawa Tengah Indonesia |
Minggu, 13 Oktober 2013
The Old Javanese Shaman, Picture By Aryo Widiyanto
Minggu, 06 Oktober 2013
Yukeepsmile,dan keruntuhan rezim OVJ Partosuleandre.
Yukeepsmile,dan keruntuhan rezim OVJ Partosuleandre.
Pameo “Tak ada yang abadi,yang
abadi hanya perubahan” nampaknya kembali terjadi di pentas selebritis, setelah
lama bertengger sebagai penguasa jagat hiburan ranah televisi , Opera Van Java
(OVJ) yang digawangi Parto, Sule dan Andre harus rela tergusur runtuh oleh
keperkasaan program baru bertajuk Yukeepsmile (YKS) dengan Caisar sang emperor
Joget didukung oleh nama beken seperti Deni Cagur, Wendi, Raffi Ahmad dan
sederet bintang muda lainnya.
Keperkasaan YKS sendiri bisa
dibilang tak terduga dan publik mahfum bahwa kehadiran Caisar Juniari dengan
Joger Cesarnya yang khas dan menghentak mampu menyihir Indonesia, terbukti
dengan maraknya lomba joget Cesar di berbagai daerah serta unggahan Video
tentang joget ini, tak hanya menang di video dan lomba Joget, Joget Cesar ini
juga berdiri gagah tak tergoyahkan oleh berbagai Joget saingan lain yang
sengaja diciptakan untuk melawannya, sebut saja Joget Kereta Malam di acara
musiknya Ivan Gunawan ,Andhika Pratama,Narji dan Bianca, serta joget lainnya
seakan hanya sebagai pemanis, Joget Cesar tetap bertengger sebagai jawara
dihati warga.
Aryo Widiyanto, Wartawan,Pengamat Musik, Film dan Hiburan. |
Sementara sang Juara bertahan OVJ
akhirnya tumbang juga , hal ini bisa dilihat dari antusiasme warga yang tak
lagi “Nyetel” dan nonton OVJ semeriah
dulu, acara “Pas Mantab” yang digawangi Trio Parto,Sule, Andre, juga terkena
imbasnya,sepi, ibarat warung, pelanggan
telah makan siang di warung lain.
Monoton, slapstic,dan
mengedepankan kelucuan yang itu itu saja adalah kunci temaramnya pamor OVJ, kru dan produsernya terlambat
menyadari datangnya ancaman baru dalam
hal ini YKS, nasibnya seperti Mike Tyson yang dihantam James Buster Douglas,
terhempas, tumbang namun merasa mampu bersaing padahal kemampuan sudah diambang
lowbat dan habis.
Kita lihat kedepan, apakah
keperkasaan YKS, dan Joget Cesarnya mampu bertahan menghadapi kerasnya persaingan dunia hiburan Indonesia,
siapa yang akan menggantikannya< menarik untuk ditunggu (Aryo Widiyanto,
Pengamat Televisi dan Hiburan)
Kamis, 03 Oktober 2013
Selasa, 04 Juni 2013
Sumsum Kambing untuk penambah stamina Pria
Sumsum Kambing untuk penambah stamina Pria
Berbagai
macam Afrodisiak alias obat kuat mulai dari yag alami sampai sintetis digelar
di pasaran dan produk tersebut laris dibeli masyarakat
Masyarakat Kabupaten Kendal sudah sekian lama mengenal
sebuah menu yang dipercaya bisa meningkatkan stamina dan libido pria, menu itu
bernama Gule Sumsum Kambing, sebagaimana
Gule yang lain namun berbahan dasar Sumsum tulang belakang hewan Kambing Jawa,
dibumbui dengan rempah rempah seperti Merica, Pala, Ketumbar, Jinten ,Jahe,
Kunir dan lainnya sehingga rasa amisnya
hilang berganti menjadi harum khas rempah.
Menurut Haji Jamzuri Affan
pemilik Warung Sate Kambing “Pak Dul” yang terletak di Jalan Sriagung Cepiring
serta merupakan warung sate
pertama di Kendal menuturkan bahwa menu Sumsum Kambing ini sudah ada sejak
generasi pertama warung miliknya di masa pendudukan Jepang, “ Bumbunya yang
asli rempah Jawa ditambah dengan taburan sambal Cabai Hijau terasa menyegarkan
di badan, hangat dan mungkin karena hangatnya itulah dianggap sebagai obat
kuat” paparnya.
Gule Sumsum Kambing ini terasa istimewa karena
didalam tulangnya yang berbentuk seperti pipa terisi penuh oleh semacam cairan
putih pekat bertekstur kenyal dengan
citarasa gurih dan sedikit manis asin tanpa terpengaruh oleh bumbu diluarnya, baru ketika sudah disedot
dan kita menambahkan sesendok kuah rempah ditambah sesuap daging yang ada
diluar tulang itu rasanya menjadi kaya dan bervariasi, seperti mengecap semua
rasa mencampur dalam mulut ditambah dengan sensasi lombok hijau yang meledak di
rongga mulut, pasti akan membuat badan terasa semakin hot serta keringat
menetes dari dahi.
Harganya juga terjangkau dengan
hanya sekitar Limabelas Ribu Rupiah satu porsi ,menu ini laris diantri oleh
penikmatnya, namun karena dari satu kambing hanya maksimal bisa menghasilkan
dua porsi Sumsum asli tanpa pengawet
yang berasal dari Kambing Jawa dan dipotong sesuai cara Islam , sehingga tak semua pelanggan bisa menikmati
Sumsum ini.
Rupanya
kenikmatan menu ini tak hanya disukai oleh warga lokal, tercatat sejumlah turis
dari Jerman,Korea, dan Ekspatriat India,
Arab Saudi dan Nepal serta beberapa bintang film tenar pernah
mencicipinya, seperti Yati Pesek, Dedi Sutomo, dan rombongan dari MTV Amerika saat dulu syuting di Kendal sempat
mampir di warung sate ini.
(Aryo Widiyanto , ,Pemandu
Wisata, Traveller,Backpacker,
Petualang yg homestay di Akun Facebook :Aryo
Widiyanto . Twitter:
@aryowidi. blogspot: aryowidiyanto.blogspot.com. dan tidur dengan pin blackberry
:21DC007F) )
Jumat, 31 Mei 2013
Berusaha Terbaik,Serahkan Hasilnya Pada Tuhan,dan Lihat Keajaibannya.
Bukan Rubrik Motivasi
Sekedar Berbagi Cerita.
Berusaha Terbaik,Serahkan Hasilnya Pada Tuhan,dan Lihat Keajaibannya.
Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan sebuah anugerah dengan kelahiran anak ketiga saya , seorang bayi lelaki yang cakep, Alhamdulilah Sehat dan kami beri nama Kenzie Surya Pamungkas.
Bayi itu adalah sebuah hasil dari perjuangan kami yang tak kenal lelah, dari mulai program kehamilan yang susah setelah jeda 7 tahun dari sang kakak hingga proses kelahirannya yang membuat sport jantung bagi kami orang tuanya.
Pagi itu istri saya merasakan kontraksi tak teratur dengan jangka waktu yang agak panjang, namun kami tak mau ambil resiko, segera jam 8 pagi kami ke Bidan , oleh bidan desa istri saya disarankan untuk menungu kelahiran dirumah bida terssebut yang kebetulan letaknya tak jauh dari rumahku.
Sejam dua jam tak ada perubahan, hingga tengah malam, saking capek dan ngantuknya menunggu, aku sampai harus terjengkang dari kursi plastik tempatku duduk, tak mengapa, hitung hitung olahraga Judo lawan lantai, kata batinku.
Semalaman istriku sudah mulai kontraksi lanjutan, mengeluh dan menahan sakit berkepanjangan,namun tetap saja “Bukaan”rahim hanya berkisar di level 2 yang berarti harus menunggu hingga angka 10.
Perasaan dan mentalku sebagai seorang Bapak mulai goyah, apakah ada yang salah?apakah aku berdosa pada seseorang?perang batin ditengah capeknya badan akibat menunggu terlalu lama menggedor hatiku,ampun rasanya pahit di hati.
Hingga Esok harinya tetap tak ada perubahan, bukaan rahim hanya beranjak satu angka menuju 3, mulai mulutku berdoa sebisanya, aku mulai sedikit ragu, timbul pertanyaan, apakah Allah tidak berkenan mendengar doaku? Negatif thinking menyeruak disela emosi akibat lelah mendera, saya menganggapnya manusiawi, toh saya cuma orang biasa.
Menginjak jam 1 siang yang berarti sudah satu hari setengah istri saya mengejan menderita sakit luar biasa , akhirnya istri dengan terengah berkata “Pah, aku mau Cesar aja”. Langsung tanpa buang waktu kami larikan dia ke RSI Kendal.
Ditengah perjalanan itulah slide demi slide dosa masa lalu seakan diputar , jujur saya bukan orang baik seperti kebanyakan orang, tapi saya seakan disadarkan akan dosa yang pernah saya perbuat, saya memohon pada Allah, “Selamatkan anak istriku ya Allah, aku menyesal mengabaikan mereka selama ini, aku sering menganggap mereka hanya angin lalu, aku jarang berada dirumah menemani mereka, “ ditengah airmata yang mengaburkan pandangan aku meracau dalam doa.
Kembali seakan Allah Tuhanku tak merespon doaku, padahal itu adalah doa tertulus menurutku, aku kembali protes “Apa salahku ya Allah, hukum aku jangan mereka” tangisku pecah.
Sesampai di RSI Weleri perawat dengan cekatan menempatkan istriku di ruang VK 1. Namun problem datang, istriku harus puasa sampe 6 jam untuk proses Cesar, aku mulai ngaco menyalahkan semua hal, emosiku naik, tapi tetap berdoa, aku berprinsip hanya Allah SWT yang mampu menolongku.
Tiba saatnya Operasi,kembali mentalku hancur lebur , aku menyaksikan istriku dibalut pakaian steril hijau masuk ruang Bedah Sentral, aku berdoa terus berdoa, doa terpanjang seumurku saat ini yang pernah kuingat, sejam sudah, aku belum mendengar suara Bayi, panik melanda, kembali buruk sangka bertebaran ,kemana Tuhan saat aku butuhkan?
Penantianku terjawab, tiba tiba seorang perawat membuka pintu ruang operasi membawa Bayiku, aku berteriak Alhamdulillah, bayi itu kami bawa ke ruang khusus selama 2 jam, kemudian aku menemui istriku di ruang Roudhoh 203 di lantai II. Kami berpelukan, kami kira itu akhir dari cerita ini.
Tapi selang beberapa jam keesokan harinya , ternyata ada masalah baru, bayi kami tak mau minum ASI ataupun susu formula sehiingga harus di infus dan diberi selang bantuan untuk memasukkan makanan dari mulut..Ya Allah, remuk hatiku, anak baru umur 2 hari harus diinfus dan diselang mulutnya, kami bertiga bertangisan, sepertinya ini kiamat bagi keluargaku.
Saat panik seperti itu sebagai orang biasa, bukan orang yang terlatih untuk berpikir super seperti motivator di TV , aku merasa seperti dibayangi kekhawatiran sangat dalam, jangan jangan besok istriku begini, jangan jangan anakku seperti ini, seribu kalimat dan bayangan bertajuk jangan jangan itu seakan menghajarku, aku terlalu kuatir dengan pikiranku sendiri, di mobil saat pulang mengambil baju ganti, aku hanya bisa terdiam.
Resah, gelisah, sesak di hati, sesak napas, keringat dingin menemaniku, rasanya sangat tidak nyaman.
Sampai suatu ketika dalam doa sepanjang malam, ya sepanjang malam, karena aku tak pernah tidur selama 5 hari menanti kesembuhan dua belahan jiwaku itu , dalam sebuah doa aku seperti di sadarkan bahwa aku bukanlah Tuhan yang menentukan hari esok seperti apa, 5 menit kedepan saja aku tak tau dunia ini seperti apa, kenapa aku berpikir seakan aku tahu nasib anak istriku di hari esok??.
Berangkat dari kesadaran itu aku akhirnya pasrah menyerahkan semua yang terbaik kepada Allah SWT, “Aku sudah berusaha yang terbaik ya Allah, tetap akan berusaha yang terbaik sepanjang hidupku, tapi semua keputusan ada di tangan Mu, siapa tau besok istriku sehat, anakku sehat” gumamku semalaman.
Dari kalimat sederhana mengganti kata “Jangan jangan” menjadi “Siapa Tau” itu timbul semangat dan pengharapan, bahwa semua kesembuhan dan kesehatan itu di tangan Allah dan tak ada yang tau apa yang akan terjadi esok pagi, barulah kemudian aku bisa tidur nyenyak, seakan dalam pikiranku semua problem sudah selesai.
Saat aku sudah memasrahkan semua pada Tuhan, timbul berbagai keajaiban, anakku keesokan harinya secara tak terduga mau minum susu formula,padahal sebelumnya tak bisa, setelah kondisinya di check dokter, 6 jam kemudian selang mulutnya dilepas, oksigen bantuan juga dilepas, sehari berikutnya infus juga dilepas oleh dokternya. Menakjubkan akhirnya anak istriku bisa pulang dalam jangka hanya 2 hari setelah doa yang menenangkan ditengah malam itu.
Dari pelajaran ini aku menyadari bahwa Manusia adalah bukan penentu nasib, kita bahkan tak tahu apa yang akan terjadi semenit atau satu detik kedepan, mengapa selama ini aku menyalahkan Tuhan?mengapa aku mengarang nasibku sendiri, memalukan jika mengingatnya.
Mari saudaraku semua, tetaplah berdoa dan betharap serta bekerja dan berusaha yang terbaik, Pasti Allah akan memberikan jalan terbaik, percayalah, jalan Tuhan jauh lebih baik daripada khayalan kita. Buktikan.
(Aryo Widiyanto, bukan motivator , hanya petualang yang sering menjelajah Facebook di akun : Aryo Widiyanto, beralamat email di : aryo_widi@yahoo.co.id. Pin blackberry : 21DC007F, dan blogspot di : aryowidiyanto.blogspot.com.)
Kamis, 23 Mei 2013
Langganan:
Postingan (Atom)