Selasa, 12 November 2013

Tukul Arwana On New Family 100 Wooow..Amuiiiziiiing....!!!



#Tukul Arwana  On New Family 100 Wooow..Amuiiiziiiing....!!!

 

 



                Selama ini jika kita mengingat  #Tukul Arwana,pelawak yang bolehlah dibilang salah satu penghuni klasemen papan atas dunia pengocokan perut di TV Indonesia adalah  yang terlengkap, dia berhasil menjebol stigma pelawak yag hanya bisa membuat tertawa pemirsanya bertransformasi menjadi sedikit elegan dengan didaulat menjadi pembawa acara talkshow  bertajuk Empat Mata yang kemudian tambah populer dengan {Bukan} Empat Mata.

                Kiprahnya tak berhenti sampai disana, Tukul mulai merajai dunia pertelevisian bahkan jika dilihat, tak ada hari tanpa Tukul di televisi Indonesia,  malam hari bagi para penikmat acara horor, dia juga membawakan acara Mr Tukul Jalan Jalan, mengupas sisi wisata sekaligus tempat misteri di lokasi yang dia tuju, seabrek artis cantik dan paranormal sebut saja Aiko dan Shara Wijayanto , Leo Lumanto, serta Soleh Pati yang dulu sempat beken dengan acara horornya secara tak terduga meramaikan program yanng digawangi Tukul, ibarat sepakbola, Tukul adalah Alex Ferguson yang mampu menyatukan berbagai talenta kedalam satu harmoni dalam timnya.
 
                Kini aura Tukul semakin moncer dengan sebuah acara yang sama sekali baru dan tak terduga, dia menjadi  host di acara New Family Seratus (NFS) gubahan dari acara Family Seratus, sebuah program Quiz legendaris di Indonesia.

                Acara NFS berubah total dari kesan yang dulunya sejak dipegang Sony Tulung adalah quiz yang “Berat” , penuh kerutan kening, tegang, elegan , dan  membuat sport jantug karena antusiasme penonton baik di studio maupun di rumah, Ditangan Tukul Arwana  quiz  yang tayang di #Indosiar setiap jam 6 sore ini bisa menjaddi begitu cair, ciri khas Tukul masih kelihatan, sedikit nakal ngerjain para pesertanya yang rata rata cantik (Ya iyalah, nonton Tukul terus mana tahan, harus diimbangi  pemandangan indah)   namun ada juga sisi kedewasaan yang terpancar dari pelawak asal Semarang ini diantaranya dengan kalimat motivasinya seperti, “Ayo dong, kreatif mbak” atau kalimat bijaknya ketika peserta salah menebak , semuanya seperti  Tukul lama dalam versi baru, beda, jelas beda dengan Bukan Empat Mata dan acara dia yang lain.

                Kejelian Indosiar dalam memilih Tukul sebagai host tentu berdasarkan pemikiran yang mendalam, atau boleh jadi mereka membuat terobosan inovatif, Breakthrough yang berani, sebuah perjudian yang berhasil, ditengah gempuran acara komedi dan goyang goyangan yang menghujani semua stasiun TV, mungkin hanya New Family Seratus acara kuis yang masih eksis dan dinanti pemirsanya, salut deh mas Tukul Reynaldy Arwana, dunia televisi semakin berwarna dengan kehadiran anda, saya juga harus bilang woooow amuiiiiziiiing atas capaian terbaru njenengan.Proficiat.

(Aryo Widiyanto, Pengamat Televisi, tinggal  di Jl Sriagung no 234 Cepiring Kendal Jateng, Suka makan di Warung sate Pak Dul Cepiring, twitter :@aryo_widi.   Facebook :Aryo Widiyanto dan blogspot: aryowidiyanto.blogspot.com)

Gerak Jalan Kejuangan Pelajar Kendal meriahkan Hari Pahlawan



Gerak Jalan Kejuangan  Pelajar  Kendal  meriahkan # Hari Pahlawan

                Sebuah moment unik dan penuh nuansa perjuangan ala era 45 bertajuk Gerak Jalan Kejuangan Pelajar (GJKP)  digelar selama dua hari yaitu hari Sabtu dan Minggu 9-10/11 di  Sukorejo Kendal.

                Boleh dibilang bahwa event yang digelar atas prakarsa Kodim 0715/Kendal, Pemkab Kendal dalam hal ini Dinas Pendidikan dan SMAN 2 Sukorejo  merupakan sebuah sejarah tersendiri bagi  Kabupaten Kendal, untuk pertama kalinya, sebuah gerak jalan dilakukan dengan menempuh rute  Napak Tilas perjuangan Pasukan Kuda Putih ,Pasukan Legendaris Kabupaten Kendal di masa penjajahan Belanda  tapi semua peserta diwajibkan menggunakan kostum dan atribut ala pejuang jaman kemerdekaan , alhasil, 75 Regu dari seluruh SMA , SMK dan selevelnya nampak gagah dan bersemangat mengenakan seragam coklat Kheki,memanggul bambu runcing dan mengibarkan bendera Merah Putih mulai dari garis start Lapangan Desa Kebumen dimana Dandim 0715 Kendal  Letkol Kav Wiratno, Kadinas Pendidikan Drs Muryono S.Pd.M.Pd  melepas semua rombongan  yang dimulai dari pukul Dua Belas Malam tepat hingga finish menjelang pagi di Perkebunan Sukomangli.
                “Kegiatan ini dilatarbelakangi keprihatinan kami selaku orang tua dimana kami mensinyalir adanya degradasi nasionalisme di sebagian pemuda, GJKP ini adalah salah satu upaya untuk menumbuhkan bibit kecintaan terhadap NKRI serta mengenang kembali perjuangan para pendahulu dalam merebut kemerdekaan , rute yang dilalui juga merupakan rute asli dari perjuangan pasukan Kuda Putih yang fakta sejarah menunjukkan  Desa Kebumen dulunya markas pertahanan pemuda pejuang, Bunderan adalah tempat pemerintahan sipil militer ,pusat kelaskaran pejuang dan Sukomangli adalah salah satu pos pertahanan pejuang, semua memiliki kenangan sejarah “ papar Dandim Kendal Letkol Kav Wiratno didampingi Kapten Inf Harmanto selaku koordinator kegiatan.
                Sementara Kadisdik Kendal Drs Muryono M.Pd mengungkapkan kebanggaannya, “ Saya terharu melihat para pelajar nampak semangat dan menghayati semua kegiatan dan penjelasan yang diberikan oleh para pengawas dari TNI, mereka nampaknya juga bangga ternyata Kendal juga merupakan basis perjuangan para pejuang dimasa lalu” tuturnya diamini Drs Budi Wahono MPd ketua penyelenggara GJKP yang juga merupakan Kepala Sekolah SMAN 2 Sukorejo.
                Ratusan pelajar yang berbaris rapi dan mengenakan kostum unik  ala pejuang ini mendapat perhatian besar dari warga yang rela menonton dari tepi jalan sepanjang rute yang dilalui para pelajar tersebut, “ Saya senang melihat pelajar kita mengenang dan menghargai jasa para pahlawan melalui kegiatan ini, semoga pemerintah dan TNI melestarikan event ini untuk kegiatan tahunan, bisa jadi ini merupakan cikal bakal wisata sejarah di Kendal “ kata H. Jamzuri Affan, pemilik bengkel Ahass Honda di desa Kebumen saat menyaksikan GJKP di pagi hari setelah sholat Subuh.*(Aryo Widiyanto, Jl Sriagung 234 Cepiring Kendal Jawa Tengah)



               


               

Jumat, 08 November 2013

Mereka menari seperti #Singa yang Riang


Mereka menari seperti Singa yang Riang

                Menonton pertandingan di layar kaca Jumat 8/11/2013, antara tim Sepakbola  Nigeria melawan Mexico di ajang World Cup U-17 merupakan sebuah pengalaman batin yang tak mudah dilupakan, seperti melihat para Singa muda nan riang sedang menari menggoda para Koboi bertopi Sombrero, too bad, dalam hal ini para koboi yang emosional itu dieksekusi tanpa ampun oleh keindahan tarian para singa itu hingga terkapar dan menangis diakhir laga.
                Di babak pertama belum berjalan lama, liukan para pemain Nigeria yang bertubuh lebih mungil seakan membuat panik para Mexicano, drible yang cantik di muka gawang alih alih dihalau, bola yang datang malah disontek oleh bek Aquirre hingga menceplos gawangnya sendiri 1-0.
                Menurut prediksi saya yang bahkan nendang bola saja gak pernah, ada faktor psikologis yang berperan dalam kekalahan Mexico malam itu,satu mereka sedikit trauma dengan kekalahan 6-1 di babak penyisihan dulu dari Nigeria, tak hanya pemain yang tegang, bahkan nampak jelas jika para pelatih dan offficial juga menarik urat wajah terlalu kaku, mereka lupa, sepakbola adalah game, permainan, jika emosi labil maka labillah ekonomi..eh permainan yang ditampilkan .
                Tertinggal satu gol membuat semangat Mexico muda terlecut mereka mengurung  Nigeria dalam setengah lapangan, tapi koordinasi pertahanan yang solid plus serangan balik yang cepat dari Nigeria memutuskan harapan menyamakan kedudukan.
                Kejadian ironis dan sekaligus membuat tertawa datang saat jeda babak pertama, disaat para pemain Nigeria sedang berangkulan melingkar dan sepertinya berdoa bersama, di sisi lain terlihat para pemain Mexico malah terlibat dalam keributan kecil ,saling dorong dan kembali wajah tegang emosional mewarnai para koboi galau itu, menyedihkan.
                Babak kedua dimulai, tarian Singa Nigeria semakin menjadi, beberapa  tembakan akurat membuat Mexico kembali kecolongan, Musa Mohammed menjebol gawang Mexico untuk yang kedua kali 2-0. Tambah menggila, Yahaya bahkan sempat beberapa kali membuat gerakan ala pemain Play Station, berputar 180 derajat, sementara bola ada di antara dua kakinya, indah, terasa indah.
                Kondisi terbalik justru terjadi di kubu Mexico, skill yang bagus dan tren kemenangan atas lawan lawannya di pertandingan sebelumnya seakan sirna membentur tembok sakti yang digalang Nigeria, alhhasil emosi yang berlebihan membuat beberapa pemainya seperti Aquirre dan Marco Granados yang secara brutal menendang ala Kungfu kepada Mussa Mohammed  berbuntut hadiah kartu kuning, di menit 89 Mexico bahkan melupakan fair play dimana seorang pemain Nigeria terkapar, mereka teteup Keukeuh terus bermain dan berambisi mencetak gol, poor.. sampai akhir pertandingan skor tak berubah 3-0.
                Nigeria meruntuhkan stigma bahwa sepakbola ,paling tidak di level  usia 17, tidak lagi dikuasai oleh Amerika Latin dan Eropa, Afrika juga mampu jadi juara, namun saya tak habis pikir, jika Afrika bisa begitu hebat di level usia muda, kenapa juara dunia level senior selalu yang juara adalah Eropa dan Amerika Latin?? Jadi inget lagunya Iwan Fals..Entah mengapa, aku tak berdaya.
Yaah paling tidak kita sebagai penikmat bola bolehlah berharap bahwa suatu saat Garuda muda Usia 17 atau 19 atau 23 bisa juara World Cup, entah kapan ,tapi harapan selalu ada mengingat prestasi Indonesia semakin meningkat di ajang sepakbola..
(Aryo Widiyanto, Jl Sriagung 234 Cepiring Kendal Jateng Indonesia, pemerhati sepakbola yang tak suka main sepakbola, main bolanya di tempat yang lain)
               

Prosesi Pemakaman di Kendal Jawa Tengah


 #Prosesi Pemakaman di Kendal Jawa Tengah Indonesia 2013

Oleh : Aryo Widiyanto A.Md

    Pemakaman pada mayoritas semua budaya mengandung makna sakral, khidmad dan ada nilai tersendiri didalamnya, tak terkecuali pada upacara pemakaman secara Islami pada masyarakat di Kabupaten Kendal.
    Penulis pada kesempatan ini akan sedikit memberikan gambaran tentang prosesi pemakaman secara umum pada budaya Warga Kendal, terjadi pada Hari Sabtu 19 Oktober 2013 di Desa Botomulyo Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal Jawa Tengah, dimana saat itu pemakaman atas Jenasah Bapak Muhadi seorang Pensiunan Korps Polisi Militer, namun dimakamkan secara umum.
   Pada Awalnya setelah Jenasah di sucikan dengan cara dimandikan , kemudian dikafani, jenasah diletakkan dalam keranda besar yang ditutupi kain hijau bertuliskan arab dengan untaian bunga diatasnya.
    Kemudian Keranda berikut jenasah didalamnya diletakkan di halaman rumah untuk proses pemberangkatan ke Makam, sebelum berangkat , Kyai atau pemuka agama Islam setempat memberikan untaian kata dan doa yang intinya kesan  dan kebaikan dari orang yang sudah meninggal tersebut serta meminta para pelayat untuk mendoakan jenasah.
   Setelah selesai prosesi di rumah duka, selanjutnya Keranda dibawa ke Masjid untuk di sholatkan, setelah sholat jenasah usai, berangkatlah para pelayat dan keluarga duka ke pemakaman .
   Sesampai di pemakaman, Liang lahat sudah disiapkan, kemudian Jenasah diturunkan dari Keranda dan pihak keluarga utamanya anak lelaki turun ke liang lahat untuk memeluk dan membaringkan jenasah sang ayah di peristirahatan terakhir, selesai dibaringkan , salah seorang pemuka agama mengumandangkan Adzan di liang lahat tersebut, barulah setelah jenasah sudah dibaringkan sesuai adatnya serta pihak keluarga dan penggali makam sudah naik, jenasah diuruk dengan tanah yang sudah disediakan dan ditaburi bunga nan wangi.
Add caption
       Setelah Nisan terpasang, Kyai kembali membacakan doa penutup bersama dengan para hadirin yang datang berbela sungkawa, selesai doa para pelayat pulang, dan malamnya secara berturut turut selama 7 (Tujuh) hari dirumah duka diadakan doa Tahlil untuk mendoakan arwah orang yang sudah meninggal tadi. (Penulis : Aryo Widiyanto , Jl Sriagung 234 Cepiring Kendal Jawa Tengah Indonesia, Pin Blackberry 21DC007F)