Selasa, 01 Juli 2014

Teh Celup Sosro tak kalah dengan Teh Ceylon.




Teh Celup Sosro tak kalah dengan Teh Ceylon.

                Suatu ketika saya diberi oleh oleh dari Singapore berupa mesin pembuat kopi ( Coffe Maker) dan  Satu Dus Teh Hitam yang ber merk Bon Tey Pure Ceylon , dari nama dan Made in nya saya tau ini adalah Teh berkuailitas tinggi dari Ceylon, salah satu penghasil teh ternama di dunia.

                Menurut  H Jamzuri  dan Intan Widuri  para juragan dari jaringan Astra Honda yang melancong ke negara Singapura, Teh Ceylon itu berharga cukup mahal jika di kurs kan, satu pack Teh berisi sekitar 30 Sachet teh celup berharga sekira Seratus Limapuluh Ribu Rupiah, dalam hati saya berkata, “Kalo  dibelikan di Indonesia, Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah bisa dapat satu gebok Teh “ batin saya takjub dengan murahnya makanan dan minuman di negara tercinta kita ini.

                Masih menurut dua juragan itu teh Ceylon di Singapore biasanya dinikmati dengan cara dicampur Susu Putih atau kita mengenalnya dengan sebutan “Teh Tarik” entah kenapa disebut begitu, mungkin karena penjualnya membuat  Teh sambil narik alat pembuat Tehnya? Atau narik yang lain, siapa tau, saya belom pernah melihat versi aslinya.

                Karena penasaran akhirnya kami membuat  Teh Tarik versi alakadarnya, pertama Teh Bon Tea Pure Ceylon  diletakkan diatas Susu putih dan sesendok gula pasir, kemudian dituangkan air mendidih hingga  gelas penuh, aduk hingga mengeluarkan aroma dan buih yang yaaah bolehlah dianggap teh tarik. Selesai, kami nikmati tanpa ada makanan tambahan, hanya minum teh itu, rasanya lumayan, Teh Ceylon bertekstur gelap, Dark Tea, ketika bercampur dengan susu maka warnanya berubah menjadi coklat dan serupa dengan Cokelat Milo namun lebih terang, rasanya sepat namun ringan, saat dilidah bercampur dengan rasa susu dan gula pasir maka kenikmatannya  semakin khas dan unik.

                Dilain hari kami mencoba  mencoba membuat Teh Tarik namun dengan menggunakan Teh buatan Indonesia,setelah eksperimen sana sini, akhirnya bertemulah kami dengan Teh Celup kelas berat bernama Teh Sosro, ini dia, teksturnya hampir mirip dengan Bon Tea namun ada keunikan lain, ternyata Teh Sosro Indonesia ini  harumnya lebih soft  tak menyengat namun ada kemantapan yang ditawarkan saat diseduh dengan Susu putih, sepatnya “kena “di lidah  , manisnya gula pasir tereduksi hingga tercipta pusaran rasa yang pas . bisa dirasakan bahwa Sosro dari segi rasa dan penampilan imbang dengan Teh Ceylon, bahkan bisa lebih tenar jika kemasannya dibuat dengan style Internasional.

                Berbagai ide dan pertanyaan terlintas, kenapa jika Ceylon bisa mempopulerkan Teh nya hingga Singapore dan menjadi primadona kelas dunia sedangkan Indonesia yang gudangnya aneka jenis teh masih saja berkutat di pasar lokal? Mana ada merk kita sekelas Bon Tea atau Lipton, padahal konon ada cerita bahan baku Lipton , Teh terkenal khas Inggris itu adalah sebenarnya daunnya berasal dari  Pagilaran Batang Jawa Tengah?

                Alangkah indahnya jika di ruang tunggu  Bandara atau di Hotel dan Bar atau Cafe ternama di Indonesia lebih mengedepankan  produk Teh  dalam Negeri  sebagai  sajian untuk pengunjung dan lebih ciamik lagi jika ada gerai khusus yang menjual Teh untuk Souvenir bagi para Turis, harga?? Pasti lebih murah Teh Indonesia dengan kualitas sama dengan Teh luar Negeri asal diperhatikan kemasan dan penampilan harus elegan dan manis dipandang. 

(Aryo Widiyanto, Pemandu Wisata, Back Packer yang tinggal di akun Facebook : Aryo Widiyanto, Twitter : @aryo_widi. Blogspot: aryowidiyanto.blogspot.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar