Kamis, 15 Januari 2015

Walimahan,Tradisi Syukuran Jelang Pernikahan



Walimahan, Tradisi Syukuran  jelang pernikahan

                Di Desa Jungsemi Kabupaten Kendal  tahun 2015 ini, tradisi Walimahan yaitu upacara syukuran bernuansa religi Islami menjelang resepsi pernikahan  masih lestari dan terjaga keberlangsungannya.

                Walimahan konon berasal dari bahasa Arab Walimatul Ursyi, dimana orang yang mempunyai hajat menikahkan anaknya atau mengkhitankan buah hatinya mengundang seluruh warga sekitar dan handai taulan biasanya di pagi atau malam hari untuk bersama memanjatkan doa yang dipimpin para Kyai dan pemuka agama guna keselamatan dan keberkahan .


                Acara pertama diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran , pembacaan Sholawat  dan Tahlil, sambutan tuan rumah , Tausiyah dan doa oleh Kyai serta sesepuh desa, ada hal unik di acara walimahan di Jungsemi ini, ketika acara jeda untuk menikmati snack yang biasanya berupa makanan ringan Nogosari yaitu semacam kue terbuat dari terigu yang didalamnya ada pisang raja matang yang dikukus terbungkus daun pisang, roti bolu dan minuman berupa air mineral atau yang lebih khas lagi pasti ada Teh Botol Sosro, benar, Teh Botol Sosro dan aneh juga ketika hampir seluruh kampung memakai teh botol merk ini ketika ada hajatan, saat semua hidangan sudah tandas atau disimpan untuk oleh oleh anak dirumah acara yang paling menyenangkan adalah ketika hampir semua yang hadir mengeluarkan rokok dari sakunya dan dihisap secara hampir serentak, asap  sigaret itu membuat langit pedesaan membiru.

                Saat Walimahan selesai , tuan rumah bergegas mengeluarkan Berkat yaitu semacam Oleh Oleh berupa nasi  putih lengkap dengan lauk pauk Ayam goreng , Telur rebus, Empal sapi, dan ramesan yang dibungkus dalam Besek atau wadah yang terbuat dari bambu atau keranjang plastik mini bagi para tamu yang berjumlah ratusan .

                Bagi warga Jungsemi, tidak menghadiri Walimahan padahal sudah diundang adalah merupakan sebuah aib , jadi walalupun  cuaca mendung, hujan, menempuh jalan pedesaan Jungsemi yang agak jelek karena banyak lubang di aspal yang amburadul, datang dalam acara walimahan adalah wajib hukumnya bagi mereka.

                Walimahan, sebuah kekayaan budaya yang semoga akan tetap lestari dimasa datang.

(Aryo Widiyanto, Traveller , Backpacker, Photograper, Blogger di aryowidiyanto.blogspot.com. Twitter di @aryowidi dan Jurnalis,punya  Fesbuk di akun  :Aryo Widiyanto )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar