Minggu, 13 Januari 2013

AKP Ujang Syamsudin SH Peduli Lingkungan dan Kemanusiaan


AKP Ujang Syamsudin SH

                Peduli Lingkungan dan Kemanusiaan

                Menjadi Polisi di jaman ini terkadang penuh sesak dengan prasangka orang dimana polisi itu dicap sebagai sosok yang angker dan menakutkan, namun pelan tapi pasti stigma tak mengenakkan itu terkikis oleh perilaku santun dan kepedulian  anggotanya  terhadap masyarakat.
                Pantauan wartawan majalah ini mendapati sosok Kapolsek Plantungan AKP Ujang Syamsudin SH  sebagai figur yang peduli pada lingkungan dan sisi kemanusiaan disela tugas beratnya.
                Bertugas di Ujung barat daya Kabupaten Kendal , Plantungan merupakan daerah terpencil dan terletak dipegunungan dengan hutan disekitarnya,  keterbatasan itu  tak menyurutkan langkah AKP Ujang, secara berkala dirinya mengunjungi desa desa di wilayahnya, tak heran para Kepala Desa seperti Kades Manggungmangu pak Mujiono, Kades Kediten Pak Sahuri, Kade Tirtomulyo pak Budi, Kades Jati Pak Muklas dan Kades Bendosari pak  Mulyono akrab dengannya.
                Dalam tahun ini pihaknya dibantu oleh  Puskesmas Plantungan dan Yayasan Sri Satya Sae dari Semarang mengadakan kerjasama dalam bentuk  pengobatan gratis, bantuan kursi roda dan Tongkat Penyangga atau Kruk gratis serta pemberian  bantua sembako untuk warga tak mampu di Plantungan uniknya disela pemberian bantuan itu seluruh elemen baik dari Polri maupun dari SSS dan Puskesmas juga memberikan penyuluhan tentang Kamtibmas.
                Bagi AKP Ujang rasa aman itu tidak datang secara otomatis namun harus diupayakan dan  diciptakan karena pada hakikatnya partisipasi aktif dari masyarakat sangat dibutuhkan Polisi untuk menumbuhkan rasa aman dan tertib hukum.
                Rasa saling berbagi dengan warga ini tidak hanya tumbuh saat AKP Ujang bertugas di Plantungan sebelumnya ketika berdinas sebagai Kapolsek Cilosari Semarang Kota, dirinya mendapati sebuah kasus dimana seorang anak kelas 5 SD disiram air panas oleh Ibunya, karena terbentur biaya anak itu akhirnya hanya dibiarkan tergeletak diatas dipan reot rumah berpagar bambu, timbul rasa iba dihati Pak Ujang, seketika dia berpikir untuk merelakan gajinya dipotong guna pengobatan anak itu, saat keadaan kritis tersebut yayasan SSS Semarang yang berpusat di India mengulurkan tangan , bekerjasama dengan aparatur Polsek akhirnya anak itu mendapatkan perawatan yang layak, kerjasama itulah yang awet hingga sekarang.
                Saling berbagi dan memberi nampaknya merupakan keindahan tersendiri bagi polisi ini, kedepan dirinya berharap semakin banyak uluran tangan untuk menolong warga yang membutuhkan.(Aryo Widiyanto)
               
               
               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar