Sabtu, 26 Januari 2013

Kecelakaan Kereta Api Renggut 2 nyawa Warga Kendal



Kecelakaan Kereta Api Renggut 2 nyawa Warga Kendal


Petugas Polres Amankan TKP hingga tengah malam.

                Perlintasan kereta api tanpa palang yang banyak terdapat di Kabupaten Kendal kembali memakan korban jiwa manusia, Selasa 22/1-2013  dua orang tewas setelah tertabrak KA Argo Muria jurusan Semarang-Jakarta di Kendal.
Pengendara sepeda motor dan pemboncengnya yang tewas mengenaskan di lokasi kejadian adalah Tri Kayatun,22, warga Desa Wungurejo RT 02/- III, Kecamatan Ringinarum dan keponakannya Zidan,7, warga Desa Tambaksari,Kecamatan Rowosari. Korban diketahui adalah pegawai harian lepas di  Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kendal ,  Dua korban ini lantas dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Islam (RSI) di Weleri.
Kecelakaan itu terjadi di perlintasan tanpa palang desa Ngawensari Ringinarum yang konon merupakan langganan kecelakaan  sementara Lokasi anjloknya kereta api Caruban Kecamatan Gemuh berbatasan dengan  Dukuh Bantir, Desa Ngasinan,Kecamatan Weleri, Kendal. Tergelincirnya  Kereta api  diduga  karena bodi sepeda motor Honda Vario bernopol H 2674 RM  terseret dan mengganjal roda kereta.
 Ahmad Sodiq  (30),warga Demak yang menumpang kereta itu  mengatakan kereta api berangkat dari Semarang sekitar pukul 16.00 WIB dengan tujuan Stasiun  Gambir. Dirinya yang tertidur tiba-tiba mendengar  ada suara benturan keras.Namun kereta api masih melaju hingga sekitar satu kilometer. Dan kemudian berhenti karena rodanya anjlok.





Petugas PJKA dan Polres Amankan TKP

Kecelakaan yang terjadi sekitar menjelang maghrib tersebut mendapatkan prioritas penanganan khusus dari petugas Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) dan Polres Kendal, petugas PJKA bersegera membongkar rel hingga pukul 19.00 WIB,satu gerbong yang anjlok belum juga berhasil dievakuasi. Gerbong yang anjlok adalah gerbong kedua  dari tujuh gerbong Argo Muria. Enam gerbong lainnya yang masih di atas rel kemudian ditarik menggunakan loko ke Stasiun Kali Bodri, sementara petugas dari Polres dipimpin Kapolsek Weleri AKP Harya Dekadewa dan Perwira Pengawas AKP Ujang Syamsudin dibantu puluhan petugas dari Uni Laka Polres Kendal, Polsek Weleri dan Polsek Gemuh yang datang berikutnya dipimpin AKP Misman, mengamankan jalannya evakuasi hingga sekitar jam satu malam , ada kejadian unik ketika rombongan Polres Kendal bersama wartawan Bhara Mitra Bahurekso harus menyusuri sawah untuk menuju lokasi, alhasil celana dan sepatu harus dikorbankan jebol akibat lumpur yang tebal dan hujan yang terus mengguyur hingga perbaikan rel selesai .


Tidak ada komentar:

Posting Komentar