Selasa, 22 September 2015

Merasakan Ingkung Ayam Langganan Keraton di RM Ulam Sari Salatiga.



Merasakan Ingkung Ayam Langganan Keraton di RM Ulam Sari Salatiga.

                Daging ayam bagi sebagian orang adalah hal biasa, setiap saat tersedia di kulkas atau kini ada juga yang instan, namun pernahkan anda merasakan sensasi merasakan dan menikmati Ingkung yaitu sebongkah ayam utuh mulai dari Kepala Hingga kakinya yang dibumbui ala Jawa? Jika belum mampirlah di RM Ulam Sari Salatiga yang terletak di Jalan Raya Lopait Tuntang Salatiga Jawa Tengah.

                Rumah makan ini didirikan sejak tahun 1947, andalan utama menunya adalah Ingkung Ayam yang sudah kondang menjadi langganan para pejabat baik militer ,polisi, konon keluarga Keraton dari Jogja dan Solo hingga sejumlah instansi  memesan hingga ratusan dus jika ada acara di lingkungan mereka.


                Penasaran ingin merasakan Ingkung  itu, saya dan seorang rekan mencoba untuk mendatangi RM Ulam Sari, gampang untuk mengaksesnya karena terletak persis di pinggir jalan Lopait Tuntang Salatiga, tempat parkirnya enak, lapang dan luas, masuk kedalamnya nuansa modern langsung terasa, lantai dan ruangannya bersih  tertata rapi,  kursi teratur bagus, diseberangnya nampak deretan rak berisi aneka jajanan dan oleh oleh khas Jawa Tengah seperti Wingko, Jus Carica Dieng, Getuk Magelang dan aneka ragam lainya tersedia untuk para pelancong dan turis yang membanjiri Salatiga tiap akhir pekan.

                Sembari menikmati suasana, datanglah pesanan Ingkung Ayam Kampung yang dari tampilannya saja sudah menerbitkan selera, satu ayam utuh matang digoreng  welldone, berwarna coklat keemasan  dengan garnish sayuran segar seperti Krai atau Mentimun Jawa, daun kemangi, selada serta dua macam sambal yaitu sambal merah dan sambal Lombok Galak  serta nasi putih harum  mengepul berada dijangkauan mulut kami yang tak sabar.

                Saya memilih memotong satu paha dari Ingkung ayam kampung itu, aromanya khas tidak seperti ayam pabrikan, ada yang membedakannya yaitu ayam kampung tidak berlemak, dagingnya kenyal alami dan ada rasa manis gurih didalam otot dan dagingnya, daging ayam  dicolok dengan sambal lombok galak dan ditambah daun kemangi serta irisan Krai  dan sesuap nasi hangat begitu masuk mulut dan dikunyah enaknya bikin mata merem melek, selanjutnya seperti tak terasa sepiring nasi dan sebongkah ingkung tandas .

                Menurut Bu Yani pemilik RM Ulam Sari, Ingkung  ayam kampung yang disajikannya adalah murni berasal dari para penjual yang berasal dari desa sekitar, “ Selain memberdayakan warga kami juga senantiasa menjaga kualitas, tidak sembarang ayam kami terima, hanya ayam kampung yang memenuhi  spek dari ukuran hingga taksiran umur yang kami jadikan Ingkung, karena pelanggan pasti bisa merasakan beda antara ayam kampung yang berkualitas dan yang asal asalan, kai mengutamakan kualitas dan rasa” papar wanita mantan pimpinan sebuah Bank nasional yang memilih menjadi pengusaha ini.

                RM Ulam Sari juga menerima pesanan Ingkung untuk luar kota seperti Semarang, Kendal, Magelang, Jogja Solo bahkan Jakarta , “Selain Ingkung Ayam Kampung, kami juga sedia nasi box dengan aneka lauk pauk untuk pertemuan atau meeting, silahkan hubungi di nomer kami untuk pemesanan di 082133866878“ Tuturnya.

( Aryo Widiyanto, Journalist,   Traveller , Backpacker, Photographer, Blogger di aryowidiyanto.blogspot.com. Twitter di @aryowidi dan Abdi Negara, Facebook :Aryo Widiyanto)

               
               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar